Rabu, 30 April 2014

Home » » Status Gunung Merapi Naik Jadi Waspada

Status Gunung Merapi Naik Jadi Waspada

Masyarakat diimbau tetap tenang dan belum perlu mengungsi. Tanyakan langsung ke Pos Pengamatan Merapi terdekat melalui radio komunikasi 165.075 MHz atau kantor BPPTKG (0274) 514180, 514192. Aktivitas G. Merapi dimonitor lebih intensif


 
Mafaza-Online.Com | YOGYAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi di Yogyakarta, Jawa Tengah, mengalami peningkatan, maka Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi, menaikkan statusnya dari normal level I menjadi waspada level II. Meningkatnya status itu berlaku sejak Selasa (29/4) pukul 23.50 WIB. Demikian kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya

"Kenaikan status waspada ini telah dilaporkan Kepala BPPTKG kepada Kepala BNPB, Gubernur, Bupati dan BPBD untuk melakukan upaya antisipasi," jelas Sutopo.

Sutopo mencatata, sejak 20-29 April 2014Aktivitas Merapi memang nampak meningkat. Setidaknya tercatat 37 kali gempa guguran, 13 kali gempa multi phase, 4 kali embusan, 24 kali gempa tektonik dan 29 kali gempa low frekuensi yang mengindikasikan meningkatnya fluida gas vulkanik yang berpotensi menimbulkan letusan.

Secara visual dilaporkan suara dentuman berulangkali, terdengar hingga radius 8 km. Bunyi dentuman tersebut akibat puncak gunung yang tidak tertutup kubah lava. Jika ada fluida berupa gas, uap, magma dan lain yang mengalir naik ke permukaan maka langsung terlepas dengan tiba-tiba. Ini menimbulkan gelombang kejut di udara yang menyebabkan bunyi dentuman tersebut.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, memerintahkan jajaran BNPB dan BPBD, Jawa Tengah, BPBD DIY, BPBD Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali, dan BPBD Sleman untuk melakukan antisipasi. Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi membahas kesiapsiaagaan dan rencana kontinjensi di tingkat daerah.

Dengan status Waspada direkomendasikan dilarang melakukan kegiatan pendakian Merapi kecuali untuk penyelidikan dan penelitian untuk mitigasi bencana. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan belum perlu mengungsi. Tanyakan langsung ke Pos Pengamatan Merapi terdekat melalui radio komunikasi 165.075 MHz atau kantor BPPTKG (0274) 514180, 514192. Aktivitas G. Merapi dimonitor lebih intensif.



Silakan klik:  
Share this article :

Posting Komentar