Minggu, 20 April 2014

Home » » Saran Buat PKS Demi Kaum Islamis

Saran Buat PKS Demi Kaum Islamis

Berikut Kultwit  -bang dw- komunitas pohon kersen special Series Informasi Para Bintang

didalam sebuah diskusi kecil antara wartawan koresponden kantor berita asing dengan wamenhan letjen (purn) Sjafrie Sjamsoedin | diskusi tentang peta politik kaum islamis di indonesia

berikut petikan poin poin dari diskusi kecil tersebut dari kacamata seorang wamenhan

PKS itu harus tetap masuk sistem alias harus tetap berada didalam lingkaran kekuasaan

karena kunci kekuatan | power of sistem | kaum islamis indonesia | berada pada PKS

terus terang | rekan sesama angkatan | seorang jenderal | pernah berkata ke saya sambil marah marah | dengan menunjuk ke arah televisi | lihat itu jen | bukan main kurang ajar nya mereka | berteriak negara syariah bangun khilafah | anti pancasila | ini negara siapa | negara ini negara pancasila | harga mati | kalau aku di sana | sudah ta tembak tembaki kepalanya

di sadari atau tidak, keberadaan PKS menjadi patron tembok penjaga untuk para kaum islamis bisa teriak teriak sebebas bebasnya

seandainya tidak ada ormas kaum islamis yang masuk sistem dengan menjadi partai resmi dan di akui undang undang; sudah pasti sejak lama | akan ada operasi penindakan | pembersihan ormas, khusus para ormas dengan pemikiran ala timur tengah

di indonesia memang ada nahdlatul ulama dan muhammadiyah, dua ormas besar ummat Islam indonesia; tapi mereka tidak di anggap sebagai kaum islamis (pemikiran timur tengah) | NU dan Muhammadiyah masih di anggap gerakan islam tradisional indonesia

bagi negara terutama alat negara menganggap; ormas dengan pemikiran gerakan ala timur tengah adalah ormas yang diklasifikasikan harus di pantau dan di waspadai perkembangannya | istilahnya litsus pada jaman dulu

cuma ada dua prinsip angkatan di negara ini | pertama; terima asas pancasila dan akhirnya siap di bina negara atau prinsip kedua; tidak mau menerima asas pancasila dan akhirnya harus siap 'di hilangkan' dan 'dihapuskan'

asas pancasila dan NKRI yang bukan berpaham negara islam bagi beberapa petinggi angkatan masih merupakan harga mati jadi wajar masih ada yang memiliki prinsip keras memandang adanya pihak pihak yang berani teriak teriak khilafah dan negara Islam

harus di akui | segannya serta perlu berpikir ratusan kalinya para petinggi militer untuk memutuskan perlu tidaknya ada nya 'operasi' penindakan terhadap ormas anti pancasila karena semata memandang adannya PKS

PKS masih dianggap patron ormas berpikir ala timur tengah yang mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik kebangsaan | dan masuk sistem | opini positif

logikanya | sekarang mampu kah kami (militer) bertindak sekecil atau sebesar apapun terhadap ormas | kalau ketika rapat dengan presiden dan di rapatkan dalam kabinet | ada pihak yang memposisikan sebagai penyeimbang pemikiran | PKS adalah buktinya

tentara itu adalah sapta marga dan pancasila, taat pada negara terutama taat kepada pemimpin negara yaitu presiden serta kabinet di dalamnya | dan PKS ada di dalamnya

saya cuma beri saran | PKS harus tetap masuk lingkar kekuasaan | siapapun dan apapun pemimpinnya | a.k.a presidennya

karena untuk menjadi benteng yang kuat bagi gerakan kaum islamis yang ada di indonesia

ingat | dinegara ini tidak mengakui adanya kekuatan oposisi | dan tidak menganut paham adanya oposisi

semua kuncinya ada di lingkaran kekuasaan termasuk keputusan strategik negara termasuk penilaian dan penindakan

kita bicara sebuah negara | dimana asas dan sistem berkuasa | dan semua taat itu

poin terakhir yang sempat di sampaikan dalam diskusi kecil tersebut adalah

sebentar lagi | kaum merah berkuasa | dan kita semua sadar karakteristik si merah tentang persepsi terkait islam | ditambah barisan back up pemikir 'militer' mereka adalah barisan garis keras anti Islam

bisa ditebak aroma dan arah perjalanan ke depannya | dengan si merah sebagai pemimpin bangsa

alasan penegakkan nasionalisme kebangsaan akan kembali menjasu tameng

demikian isi dari diskusi kecil yang terjadi antara koresponden kantor berita timur tengah dengan wamenhan

kesimpulan saya

kita saat ini sedang berpolitik, dalam politik kita hanya bicara kepentingan

sekarang tanya | anda berpolitik tujuannya untuk kepentingan pribadi apa untuk kepentingan orang banyak

sekarang tanya | apakah dengan tetap masuk dalam lingkar kekuasaan berarti diri kita hanya memikirkan diri sendiri

tapi memang terkadang diri kita sering kesal; kelompok yang sering di jaga terkadang tak pandai berterima kasih

itulah kehidupan kawan

jalan itu terkadang penuh duri dan terkadang pula sering menempatkan diri kita disebuah persimpangan jalan


Share this article :

Posting Komentar