Selasa, 15 April 2014

Home » » Pencipta Mobil Listrik RI Balik ke Jepang, Dahlan Merasa Bersalah

Pencipta Mobil Listrik RI Balik ke Jepang, Dahlan Merasa Bersalah

Sebelum kembali ke Indonesia, Ricky  sudah hidup enak di Jepang.  Gaji besar dan karirnya melejit. Bahkan Ricky tercatat telah menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang, terutama di bidang motor listrik


  
Mafaza-Online.Com | IPTEK - Ricky Elson, pencipta mobil listrik 100% buatan Indonesia memutuskan kembali bekerja di Jepang. Pasalnya, impiannya untuk mengembangkan mobil listrik di Tanah Air tidak juga menunjukkan titik terang.

Hal ini membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merasa bersalah karena dirinyalah yang telah merayu Ricky untuk meninggalkan Jepang dan membantunya mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

"Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson," ungkap Dahlan seperti dikutip dari bahan Manufacturing Hope, Senin (14/4/2014).

Menurut Dahlan, sebelum kembali ke Indonesia, Ricky  sudah hidup enak di Jepang.  Gaji besar dan karirnya melejit. Bahkan Ricky tercatat telah menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang, terutama di bidang motor listrik.

"Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana. Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang," katanya.

Dahlan mengaku keinginnya untuk memanggil Ricky pulang dilatari oleh tingginya ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Salah satu solusi yang dilihat Dahlan adalah mengembangkan mobil listrik.


"Kalau kita terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kedua kalinya. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan," papar mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) ini.

Maka Dahlan merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak karena gajinya akan turun drastis. Apalagi Ricky sudah menikah sehingga dia harus bertanggungjawab pada keluarga.

"Tapi alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu."

Soal gaji yang akan turun, Dahlan memberikan solusi dengan menyerahkan seluruh gajinya selama menjadi Menteri BUMN ke Ricky. Namun, soal jaminan kelangsungan proyek, Dahlan mengaku sulit memberikan. Kecuali dia akan ikut all out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototype.

Menurut Dahlan, Ricky memenuhi komitmennya dengan membuat mobil listrik 100% made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik.

Tapi nasib mobil listrik kini kian tidak jelas karena aturannya tidak segera keluar. Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudahmemberikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Namun, nyatanya sulitnya bukan main.

Kini Ricky menganggur di Indonesia dan mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. "Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya.  Bahkan salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?" tutur Dahlan.

Akhirnya, Ricky pun memutuskan kembali ke Jepang. Dahlan mengaku tidak dapat menahannya karena masa depannya tidak boleh dikorbankan.

Namun bagi Dahlan, Ricky sebenarnya sosok yang sangat ideal. Selama hampir dua tahun di Indonesia dia kerja amat keras dan sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis, seperti mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang.

"Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia," ujar pria berkacamata itu.

Liputan6 TV




Silakan klik: 

Share this article :

Poskan Komentar