Sabtu, 12 April 2014

Home » » Golkar Sulit Mendapat Mitra Koalisi

Golkar Sulit Mendapat Mitra Koalisi

PEMILU
Elektabilitas capres Golkar, Aburizal Bakrie paling rendah di antara capres partai lain seperti Joko Widodo dan Prabowo Subianto




  
Mafaza-Online.Com | NASIONAL - Hasil Quick Qount Pemilu Legislatif 9 April menunjukkan perolehan suara parpol  tidak berbeda jauh dari prediksi survey sejumlah lembaga. Dari hasil tersebut sudah terlihat komposisi arah  koalisi parpol. Seperti apa parpol akan melakukan langkah koalisi.

Itulah tema diskusi PolcoMM Institute bekerjasama dengan Pascasarjana Univ. Mercu Buana,  Jumat 11/04/2014 di  Auditorium Pascasarjana Univ. Mercu Buana Gedung Tedja Buana/Kedaung Menteng Raya No 29, Jakarta.

Partai Golkar akan sulit mendapatkan koalisi jelang Pilpres nanti.  Demikian prediksi Dr.Heri Budianto,.  Menurut Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, karena elektabilitas capres Golkar, Aburizal Bakrie paling rendah di antara capres partai lain seperti Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Golkar akan paling sulit mendapat mitra koalisi, karena dari ketiga capres, yang elektabilitasnya paling rendah adalah ARB (Aburizal Bakrie). Meski suara golkar juga cukup tinggi," ujar.

Selain itu, kata Heri, Golkar akan sulit diajak koalisi apabila Aburizal yang akrab disapa Ical itu masih keukeuh ingin menjadi capres. Sementara, partai lain sudah memiliki capres dengan elektabilitas yang lebih tinggi.

Namun kondisi ini akan cair bila Ical mau jadi Cawapres. "Elektabilitas Ical hanya berkisar 6 persen. Kalah jauh dengan Prabowo dan Jokowi. Memang opsi yang muncul adalah cawapres. Tapi apa bersedia jadi cawapres," kata Heri.

Usai diskusi itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan, partainya siap berkoalisi dengan siapa pun, selama mereka memiliki kesamaan dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

Menurut Akbar Tandjung,  Apabila tidak ada partai lain yang mau berkoalisi dengan Golkar, maka Golkar bisa mencari opsi baru dengan mencalonkan cawapres. ”Tapi, itu akan dibicarakan lagi di internal Golkar,” kata Akbar.




Silakan klik: 

Share this article :

Poskan Komentar