Rabu, 23 April 2014

Home » » Dubes AS: Islam Mendapat Tempat di Amerika

Dubes AS: Islam Mendapat Tempat di Amerika

Amerika Serikat ingin membangun hubungan yang mendalam dengan pondok pesantren di Indonesia, termasuk untuk mensosialisasi berbagai program, seperti bahasa Inggris, Hari Bumi hingga Hari Perempuan


 
Dubes AS untuk Indonesia, Robert O. Blake, Jr
(FOTO: Tempo/Natalia Santi)
Mafaza-Online.Com | Balikpapan -
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake Jr, mengatakan agama Islam mendapatkan tempat di negaranya. Jumlah warga muslim mengalami kenaikan, katanya, seperti juga penganut agama lainnya.

“Agama Islam selalu mendapatkan tempat di Amerika Serikat,” kata Blake saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Mujahiddin di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 22 April 2014.

Blake menjelaskan, selama bertugas di Indonesia, dia selalu menyempatkan diri secara intensif untuk menjalin kerja sama dengan pondok pesantren di beberapa daerah di Indonesia. Sebab, Amerika Serikat ingin membangun hubungan yang mendalam dengan pondok pesantren di Indonesia, termasuk untuk mensosialisasi berbagai program, seperti bahasa Inggris, Hari Bumi hingga Hari Perempuan.

Pemerintah Amerika Serikat, kata Blake, memiliki berbagai program pendidikan, seperti pertukaran pelajar, beasiswa, hingga pengenalan tentang negeri itu.

Blake membantah anggapan Amerika Serikat mencap Islam identik dengan aksi terorisme. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar, menurut Blake, telah menjalankan prinsip-prinsip demokrasi tanpa membedakan golongan maupun agama.

“Kami selalu memandang kebebasan untuk beragama bagi semua orang. Indonesia juga membangun demokrasi seperti di Amerika Serikat,” ujar Blake.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahiddin, Rusdiman, mengatakan pesantrennya menerapkan kurikulum Islam terpadu yang modern. Adapun mata pelajaran bahasa Inggris menjadi kurikulum wajib bagi 800 santri di pesantren itu.

Pesantren Al Mujahiddin secara kontinyu mengikuti program pertukaran pelajar dengan sekolah di Amerika Serikat.  Saat ini tiga orang santri mengikuti proses belajar selama setahun di Amerika Serikat. Mereka adalah Maulida Hasanah, Lulah dan Faradita.

“Kami mengikuti prosedur seleksi bersama siswa dari sekolah lainnya,” ucap Rusdiman.

SG WIBISONO | TEMPO.CO




Silakan klik: 
 


Share this article :

Poskan Komentar