Kamis, 24 April 2014

Home » » Diplomasi Keju Ala Korea Utara

Diplomasi Keju Ala Korea Utara

Sekolah Kuliner Perancis Tolak Ajari Korut Cara Membuat Keju



Keju | Shutterstock
Mafaza-Online.Com | PERANCIS - Kim Jong Un kabarnya sangat menyukai keju Emmental buatan Swiss sejak menimba ilmu di negeri tersebut. Namun, sayangnya, negeri kelahirannya tak mampu memproduksi keju dengan kualitas yang sama. Lalu sang pemimpin mengirim tiga pakar kulinernya ke Perancis untuk belajar membuat keju berkualitas tinggi. Sayangnya institusi pendidikan kuliner Perancis dikabarkan menolak permintaan itu.

Bulan lalu, dua pejabat Pemerintah Korea Utara berkunjung ke Akademi Industri Produksi Berbasis Susu Nasional (ENIL) yang berbasis di Mamirolle, Perancis Timur.

Korea Utara berharap bisa menitipkan para pakarnya di tempat itu untuk mempelajari cara memproduksi keju dengan kualitas unggul.

Kabar bahwa ENIL telah menerima para pakar Korea Utara itu—sebagai bagian dari "diplomasi keju" negeri komunis tersebut—marak menjadi pembahasan di media sosial sejak awal pekan ini.

Namun, Direktur ENIL Veronique Drouet, Kamis (24/4/2014), membantah lembaga pimpinannya telah mencapai kesepakatan dengan Korea Utara. Drouet mengatakan telah menolak permohonan Korea Utara itu dengan sopan, tetapi tegas.

"Saya kira mereka (Korut) berpikir sudah menemukan sekolah yang tepat, dan mereka berpikir tanpa ragu, kerja sama ini bisa berjalan," ujar Drouet.

Namun, lanjut dia, tak ada dasar apa pun yang membuat ENIL memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dengan Korea Utara karena ajakan kerja sama ini tidak sesuai dengan prioritas dan strategi ENIL.

ENIL, yang saat ini memiliki 600 siswa yang belajar cara membuat keju, memang memiliki sejumlah kerja sama internasional. Di antara para muridnya, beberapa berasal dari Maroko, Rusia, dan Senegal.

Semua murid asing itu menimba ilmu di ENIL lewat kerja sama yang dilakukan negara mereka dengan pemerintah wilayah Franche-Comte, tempat ENIL berada.

Terdapat juga beberapa murid yang berasal dari Jepang dan Aljazair yang mendaftar secara pribadi dan bisa berbahasa Perancis.

"Kami tidak memiliki tenaga untuk melatih pelajar asing. Kami hanya sekolah kecil, dilihat dari sumber daya manusianya. Kami tak bisa begitu saja berekspansi ke seluruh dunia sehingga kami harus memprioritaskan partner kami saat ini," ujar Drouet.

Soal permintaan Korut, dia tak melihat kepentingannya saat ini. Sulit bagi Drouet untuk mengirim mahasiswanya untuk magang di Korea Utara.


“Namun, senang juga mengetahui bahwa kami cukup terkenal," tambah Drouet.

Penolakan itu tentu mengecewakan Kim Jong Un. Padahal dia sangat menyukai keju Emmental sejak dia menuntut ilmu di Swiss, beberapa tahun lalu.

KOMPAS | PPNSI.Org





Silakan klik:  

Share this article :

Posting Komentar