Sabtu, 19 April 2014

Home » » Bakorkamla Catat Kerugian Negara Dalam Operasi Laut Rp 157,4 Miliar

Bakorkamla Catat Kerugian Negara Dalam Operasi Laut Rp 157,4 Miliar

Pembangunan kapal patroli sudah disesuaikan dengan RPJM dan Rencana Strategis (Renstra) Bakorkamla RI 2010 sampai 2014, khususnya untuk mencapai amanat turunnya illegal activities sebanyak 70 persen dan peningkatan ketertiban di laut sebanyak 80 persen dalam rentang waktu tersebut


  

Kalakhar Bakorkamla Laksdya TNI Bambang Suwarto bersama rombongan melaksanakan uji coba (sea trial) dua kapal patroli di sekitar perairan Barelang, Batam, Kepulauan Riau. | (FOTO: Dok Bakorkamla)
Mafaza-Online.Com | MAKASSAR- Badan koordinasi keamanan laut (Bakorkamla) RI mencatat kerugian negara dalam operasi pengamanan laut mencapai Rp 157,4 miliar.

Kerugian secara nasional tersebut didominasi kasus di alur laut kawasan Indonesia‎ (ALKI) I meliputi daerah Jawa.

Kepala pusat operasi Bakorkamla, Laksamana Pertama, Roedy Santoso mengatan telah ada 24 kapal yang terindikasi berkasus dan 14 diantaranya telah ditahan.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan agar seluruh unit terkait dalam meningkatkan pola pengamanannya," jelas Roedy disela-sela kegiatan Penyegaran Komandan/Nakhoda Kapal Patroli Dan Pengawak Satgas Operasi Bersama‎, di Grand Clarion Hotel, Rabu (5/3).

Menkopolhukam Resmikan KN Kuda Laut 4803

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Djoko Suyanto yang juga Ketua Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) dijadwalkan akan meresmikan kapal patroli Bakorkamla KN Kuda Laut 4803.

Acara peresmian kapal patroli Bakorkamla KN Kuda Laut 4803 akan berlangsung di Dermaga Satgas 1 Tim Korkamla Barelang, Batam, Sabtu (8/2/2014) mendatang.

"Rencananya seperti itu, setelah peresmiannya, nantinya beliau juga akan melihat dari dekat kondisi KN Kuda Laut 4803," kata Kabag Persidangan, Humas dan Protokol (PHP) Bakorkamla Kolonel (KH) Edi Fernandi dalam pesan singkat BlackBerry Messanger kepada Tribun Batam (Tribunnews.com Network), Kamis (6/2/2014).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut Laksamana Madya Bambang Suwarto, Jumat (24/1/2014) siang, meluncurkan Kapal Negara (KN) Kuda Laut 4803, yang sebelumnya dibangun di galangan Kapal PT Batam Expresindo Shipyard.

Kapal yang dibangun dengan total anggaran mencapai Rp 58 miliar tersebut, merupakan jenis yang sama dengan kapal yang dimiliki Bakorkamla sebelumnya.

"Ini kapal ketiga dengan jenis serupa yang dimiliki Bakorkamla dan akan ditempatkan untuk pengamanan perairan wilayah perairan barat, tengah, dan timur Indonesia," jelas Bambang Suwarto di lokasi peluncuran PT Batam Expresindo Shipyard Tanjunguncang, Batam.

KN Kuda Laut 4803 tersebut, memiliki panjang mencapai 48 meter, menggunakan mesin berkecepatan 29,5 knot dan mampu bergerak hingga batas 200 mil laut (370 km) dari lepas pantai. Sehingga sangat efektif untuk pengamanan perairan laut Indonesia.

Kapal ketiga berukuran 48 milik Bakorkamla ini pun, memiliki mesin penggerak 3x1.400 HP (marine diesel) dan telah dilakukan uji Hidrodinamik di Laboratorium Hidrodinamik BPPT di kompleks ITS Surabaya pada awal Februari 2013.

"Produk ini juga dilengkapi fasilitas informasi dan komunikasi yang modern dan terintegrasi ke salah satu radar Bakorkamla dari Aceh sampai Merauke," kata dia.

Kapal yang dibangun oleh industri perkapalan dalam negeri mengandung 70 persen bahan lokal dan dikerjakan anak-anak bangsa.

"Kami sudah mengajukan sejumlah persenjataan pada Kementerian Pertahanan untuk pertahanan jika terjadi gangguan saat patroli, bukan untuk melakukan penyerangan," jelasnya lagi.

Senjata tersebut meliputi senjata penyemprot air hingga 100 meter dan bertekanan tinggi, meriam ukuran 20 centimeter, dan senjata untuk perorangan.

Pada akhir 2013, Bakorkamla juga meluncurkan KN Bintang Laut 4801 dan KN Singa Laut 4802 dengan spesifikasi sama yang juga dibangun di Galangan Kapal Batam.

Pembangunan kapal patroli sudah disesuaikan dengan RPJM dan Rencana Strategis (Renstra) Bakorkamla RI 2010 sampai 2014, khususnya untuk mencapai amanat turunnya illegal activities sebanyak 70 persen dan peningkatan ketertiban di laut sebanyak 80 persen dalam rentang waktu tersebut.

"Hingga akhir 2014, kami akan memiliki enam kapal serupa. Dua akan ditempatkan di perairan barat, dua di tengah dan dua lain di timur Indonesia. Ini sesuai dengan rencana strategis pengamanan perairan Indonesia," kata Bambang.

TRIBUNNEWS.COM | PPNSI.Org




Silakan Klik: 
 
Share this article :

Poskan Komentar