Jumat, 04 April 2014

Home » » Abraham Samad Bingung, Bisakah KPK Periksa SBY?

Abraham Samad Bingung, Bisakah KPK Periksa SBY?

KPK khawatir banyak orang saling menjatuhkan pada tahun politik seperti saat ini


 
(Foto: TEMPO/Aditia Noviansyah)
Mafaza-Online.Com | Semarang - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad masih belum bisa mengambil keputusan memeriksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan beberapa kasus dugaan korupsi bekas Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Di hadapan para wartawan, Abraham justru tampak bingung.

"Namun, dalam konstitusi kita, pertanyaannya, apakah bisa kita memeriksa presiden atau tidak? Itu pertanyaannya. Karena dalam konstitusi kita masih perlu pendapat hukum tata negara," kata Abraham di Semarang, Rabu, 26 Maret 2014.

Sebelumnya, lewat pengacaranya, Firman Wijaya, Anas Urbaningrum mengatakan uang muka pembelian Toyota Harrier berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Firman, SBY memberi duit kepada tersangka korupsi dan pencucian uang itu secara tunai.

"Uang muka beli Harrier itu dari Pak SBY," kata Firman setelah menemani kliennya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 21 Maret 2014. Menurut Firman, duit itu merupakan ungkapan terima kasih SBY kepada Anas. Sebab, kata Firman, Anas sudah sukses melaksanakan tugas khusus dari SBY.

Abraham menilai kesaksian Anas ihwal keterlibatan SBY itu baru berdiri sendiri sehingga harus divalidasi. Dia menyatakan KPK khawatir banyak orang saling menjatuhkan pada tahun politik seperti saat ini.

KPK pun belum memutuskan apakah pernyataan Anas ihwal keterlibatan SBY itu benar atau tidak. Sebab, hingga kini pihak Anas hanya menyampaikannya di depan kantor KPK, yakni saat diwawancarai para wartawan.


"Dalam BAP (berkas acara pemeriksaan) tidak pernah diungkapkan," kata Abraham. 

Pria asal Makassar ini menambahkan, banyak orang yang kebanyakan omong di luar gedung KPK, tapi irit bicara ketika diperiksa komisi antirasuah itu.

Abraham pun mengeluarkan tantangan: jika memiliki bukti keterlibatan SBY, Anas dipersilakan memberi keterangan kepada penyidik. Hingga kini, Anas belum menyerahkan bukti-bukti keterlibatan SBY. "Kalau tak dikatakan di dalam BAP, maka itu sama saja bohong," kata Abraham.

ROFIUDDIN | TEMPO.CO




(¯`*•.¸Silakan klik¸.•*`¯
 

Share this article :

Posting Komentar