Senin, 31 Maret 2014

Home » » Gema Keadilan: Ahok Tanpa Jokowi Tamat

Gema Keadilan: Ahok Tanpa Jokowi Tamat

Ahok itu Kutu Loncat dan Anti Kritik, Tak Layak Sama Sekali Jadi Gubernur DKI




  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Kritikan Anak-anak muda PKS disikapi Ahok dengan menantang PKS membuat Gema Keadilan tidak tinggal diam. Ditemui di Jakarta Kamis (27/3) Ketua Gema Keadilan DKI Jakarta Renold Darmansyah menantang balik Ahok.

“Silakan tantang PKS dengan kerja yang  benar dan menyontoh PKS dalam melayani masyarakat Jakarta”.

Mantan aktivis 98 ini juga mengingatkan bahwa PKS Jakarta telah memberi kesempatan 1.5 tahun kepada Jokowi-Ahok untuk memimpin Jakarta dalam bentuk yang konstruktif seperti tetap melayani warga saat banjir melanda. PKS tetap membantu pemerintahan DKI. Namun sikap Ahok yang arogan akan menyebabkan anak-anak muda ancang-ancang untuk jatuhkan Ahok sebelum jadi Gubernur DKI.

Sebagaimana diketahui, beberapa saat setelah Anak-anak muda PKS memaparkan hasil survey tentang 93% warga menolak Ahok Jadi Gubernur, Ahok mengatakan "Yang tidak suka kan cuma PKS. PKS tes saja sama Gerindra, siapa yang nanti menang di Jakarta," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Rabu (26/3) kemarin.

Menurut Renold pernyataan ini, bukti pribadi Ahok yang anti kritik, orang-orang gang-gang juga tau bahwa Ahok itu kutuloncat dari Bangka, suka berkata kasar dan penuh kebencian terhadap nilai agama. Pribadi seperti itu tidak layak sama sekali jadi Gubernur DKI. Survey itu seharusnya direnungi oleh Ahok. Bukan menantang PKS, serunya.

Gara-gara hasil survei dari Gema Keadilan tersebut, Ahok menyerang balik dengan mengatakan "Makanya, mereka (Gema) lupa Ahok itu tidak lahir hari ini. Ahok itu sudah ngalamin dari tahun 2003, saat di Belitung Timur. Mereka lupa Ahok ini sudah sepuluh tahun ditekan seperti itu. Jadi, yang ini terlalu kecil dan terlalu halus mainnya."

Renold, tokoh pemuda asal Semper Barat Jakarta Utara mengatakan siap menerima tantangan terbuka Ahok. Gema Keadilan menjunjung tinggi nilai ilmiah makanya mengkritiknya secara halus dengan data dan hasil jajak pendapat. Renold ingatkan Gema Keadilan bisa lebih dari itu.

Saat ditanya bagaimana harusnya Ahok bersikap terkait survey Gema Keadilan, Renold menjawab


“Ahok harusnya berterima kasih kepada anak-anak muda PKS karena dikritik, kritik itu membangun Jakarta bila dia sadar.”

Mungkinkah Ahok berubah
Selasa (25/3), anak-anak muda PKS yang tergabung dalam elemen Gema Keadilan, Garda Keadilan dan Benteng Muda PKS melakukan jajak pendapat warga secara tatap muka dan online dengan 1589 sampel. Hasilnya 93% masyarakat Jakarta tidak siap bila Ahok menjadi orang nomor 1 di DKI.

Namun Ahok membantahnya, dan mengatakan survey yang dilakukan GEMA tidak benar. Menyikapi tersebut, Renold yang dihubungi terpisah, membantah jika survei-nya tidak benar. “Kami telah bertanya kepada warga apakah warga siap dipimpin Ahok sebagai Gubernur DKI?” 93% menolak Ahok.

Jika Ahok tidak percaya survei silakan lakukan metodologi survey sendiri, saya yakin hasilnya sama dengan survei Gema keadilan, tambah Renold yang juga aktivis reformasi 1998 dari Universitas Indonesia.

Pilkada Ulang antara Ahok dan Botol

Jalan keluar apabila Ahok ngotot mau jadi Gubernur Jakarta, Renold menawarkan untuk Pilkada Ulang. Anak-anak Muda PKS akan menghargainya apabila Ahok bisa menang sebagai Gubernur DKI dalam pilkada ulang bukan dengan mendompleng kepopuleran Jokowi. Renold berkelakar apabila pilkada ulang nanti hanya dua calon yaitu Ahok dan Botol, Warga pasti memilih Botol sebagai Gubernurnya. Gema Keadilan akan memastikan hal tersebut.

Ahok tanpa Jokowi Tamat.

Renold ingatkan bahwa Ahok itu free riders alias anak bawang yang berkuasa karena mendompleng Jokowi. Ahok tanpa Jokowi tamat sudah. Jika saat pilkada 2012 lalu, Pak Jokowi perpasangan dengan botol pecah, pasti wakil gubernur DKI saat ini adalah Botol itu.

Ahok harus mendengarkan nasihat Jokowi agar lebih santun. Jakarta itu terdiri dari beragam orang dan tak cocok untuk Ahok memimpin. Ketika ditanya dimana baiknya Ahok memimpin, Renold menjawab, di Bangka Belitung lah, kan sudah teruji!

Pengalaman Ahok masih Rendah dalam Berpolitik

Menanggapi survey penolakan warga terhadap Ahok sebagai Gubernur DKI, Ahok mengatakan bahwa dirinya bukan politisi kemarin sore yang takut digeretak oleh kelompok tertentu.

“Saya mendapatkan serangan lebih keras di Bangka Belitung, Hal ini tergolong halus buat saya”.

Sementara anak-anak muda PKS tersebut menilai bahwa Ahok masih belum sadar bahwa dirinya sedang berada di jakarta, Ibukota yang lebih kejam daripada ibu tiri. Ibukota adalah tempatnya seluruh suku bangsa hidup di Indonesia, gaya kepemimpinan seperti itu (ahok) tidak sesuai dengan semangat pluralisme. Gaya meledak-ledak dan tak santun hanya cocok di kampung halamannya sendiri (Bangka Belitung).

Ketika Ahok berjanji tidak akan marah lagi, Renold menilainya sebagai taubat sambel ala Ahok. Bodoh sekali kita sebagai warga Jakarta apabila percaya begitu saja dengan janjinya Ahok.




Silakan Klik:


~ஜ۞ஜ~ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda ~ஜ۞ஜ~
Share this article :

Poskan Komentar