Senin, 24 Februari 2014

Home » » Tips Berkendara Aman Buat Wanita

Tips Berkendara Aman Buat Wanita

Aman Berkendara |(Foto:Republika)
Sebelum berkendara periksa bagian luar dan dalam mobil agar perjalanan aman tanpa kendala

Mafaza-Online.Com|KELUARGA - Hati-hati saat berkendara, kehilangan konsentrasi sekian detik saja, entah itu mengantuk, menerima telepon, atau membaca SMS,  bisa berakibat fatal, seperti terjadinya tabrakan. “Bayangkan, jika Anda menyetir sambil melakukan pekerjaan lain, akibatnya akan sangat berbahaya, terutama yang menyangkut nyawa manusia,” kata Sugihendi , Assistant Manager Product Knowledge Training Nissan College. Untuk itu, lanjut Sugihendi, sebaiknya ada beberapa persiapan yang harus dilakukan:

Bagian Luar

Ban
Perhatikan apakah ban mobil dalam kondisi botak atau tidak. “Tekanan angin setiap mobil berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat di pintu sebelah kanan mobil.”
Suhendi mewanti-wanti jika ingin mengukur tekanan angin mobil, “Jangan sembarangan menambah tekanan angin, misalnya di pinggir jalan. Sebaiknya lakukan di bengkel, pompa bensin, atau toko ban,” tandasnya.

Mesin
Ada kecenderungan atau fenomena perempuan yang bisa menyetir, dianggap hanya bisa menstarter mobil,  gas, lalu menyetir. “Pendapat tersebut tidak benar, karena tidak semua perempuan seperti itu. Mereka juga teliti merawat mesin mobil.”

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti, bensin, oli, minyak rem, aki. “Perhatikan semua itu sebelum mobil jalan. Kalau semua sudah bagus dan yakin tidak ada kekurangan, Anda baru bisa menyalakan mesin.”

Menurut Hendra Noor Saleh, dari Tabloid NOVA yang mendampingi, mobil itu ibaratnya manusia. “Mobil juga bisa memberikan tanda-tanda ketika “sakit”. Sebaiknya sebelum “sakit”, lakukan perawatan rutin atau tune up  sesuai jadwal.”

Tanda-tanda mobil “sakit”, seperti ada air keluar atau mengalir dari mesinnya. “Berarti mobil itu dalam kondisi yang tidak beres dan harus segera dibawa ke bengkel.”
Perhatikan juga ban, lanjutnya, satu-satunya alat atau benda yang berhubungan dengan aspal. “Ban itu ibaratnya nyawa pengemudi.”

Bagian Dalam
Setelah bagian luar beres, berikutnya adalah bagian dalam:

Posisi Duduk Saat Menyetir
Memegang setir harus dalam posisi duduk yang nyaman. “Perhatikan wiper , lampu, gas, rem, sudahkah dalam posisi nyaman untuk badan Anda? Itu sebabnya jok pengemudi bisa dimaju-mundurkan agar bisa dikontrol oleh pengemudi untuk kenyamanannya.”

Seat Belt
Pasanglah seat belt  sebelum mobil berjalan, bukan setelah mobil berjalan baru memasang seat belt . “Banyak orang yang salah kaprah dalam pemasangan sealt belt . Selain itu, seat belt  harus dalam posisi melintang di bawah perut. Tujuannya, mencegah kejadian fatal jika terjadi kecelakaan.”

Sandaran Kepala
Kebanyakan orang menganggap sandaran kepala di mobil untuk merebahkan kepala. “Padahal, sebenarnya fungsinya sebagai penyelamat, mencegah leher jangan sampai patah saat terjadi tabrakan,” jelas Suhendi. Bahkan, timpal Hendra, ”Sandaran kepala dapat menahan benturan sebanyak 3 kali berat badan manusia.”

Pengecekan Dasbor
Saat mesin dinyalakan, pastikan lampu-lampu dasbor mobil menyala. “Masing-masing lampu ada fungsinya, sekaligus menandakan kondisi awal mobil saat dipakai. Kalau semua menyala berarti mobil dalam kondisi normal. Jika mesin atau lampunya kadang hidup, kadang mati, berarti mobil dalam kondisi tidak normal.”

Istirahat Jika Lelah

- Posisi tangan yang paling baik saat menyetir adalah posisi yang menunjukkan jam 9.15, artinya tangan kiri di angka 9, tangan kanan di angka 3. “Ini posisi menyetir yang tidak ribet. Bagian setir  mobil dilarang ditambahi aksesori. Karena jika terjadi sesuatu, misalnya kecelakaan, aksesori tadi bisa berakibat fatal ke badan.”

- Jarak antara tangan dan setir 25 cm, tidak terlalu jauh atau dekat, bisa dilihat sebagai posisi menyiku. “Aturlah posisi duduk, sandaran rata dengan kepala. Setir ada di pergelangan, pedal menginjak dengan nyaman. Kalau terasa tidak enak bukan karena tubuh Anda tapi karena setelannya kurang pas.”

- Perhatikan blind spot atau sudut buta. “Ada sudut yang tidak bisa Anda lihat. Misalnya, tiba-tiba tidak melihat ada motor nyelonong. Sebaiknya, atur spion sebelum mobil jalan dengan posisi agak keluar. Tujuannya agar bisa mengurangi blind spot.”
Atau menambahkan spion kecil yang dipasang di atas spion besar. “Tujuannya sama, untuk mengurangi atau menghilangkan blind spot. Sudut yang tidak kelihatan akan terlihat di spion kecil itu.”

-Tidak disarankan memakai sepatu hak tinggi. Siapkan sandal untuk menyetir atau sepatu datar agar kaki merasakan pedal gas.
l Untuk perjalanan jauh, jika tubuh lelah, berhentilah total untuk istirahat sejenak. Jangan minum minuman penyegar karena fungsinya hanya sesaat saja. “Minuman penyegar tidak dianjurkan karena menciptakan halunisasi. Sebaiknya setelah satu jam harus bergantian menyetir dengan orang lain.”

Jarak aman dengan mobil di depan adalah 50 m, 80 m, 100 m.

 Noverita K. Waldan/Tabloid Nova




Silakan diklik: 

Share this article :

Poskan Komentar