Jumat, 28 Februari 2014

Home » » Sisi Lain Kehidupan Aktor Porno

Sisi Lain Kehidupan Aktor Porno

Kelimpungan Saat Puteri Tanya 'Apa Pekerjaan Papa?'

Mafaza-Online.Com|TOKYO - Tiap pekerjaan punya risiko masing-masing, tak terkecuali aktor film porno. Jangan sangka hidup mereka selalu mudah dan menyenangkan. Sebaliknya, profesi ini punya efek samping yang bakal berdampak pada hidup sang aktor selama hidup.

Di Jepang misalnya, para aktor film dewasa ini mengaku merasa kesulitan berkeluarga mengundurkan diri atau pensiun. Mereka menyebut malah kesulitan mencari isteri dan kesulitan di dalam keluarganya.

Majalah mingguan Weekly Playboy edisi Desember tahun lalu dan majalah mingguan Shukan Post edisi 28 Februari 2014 mengulas sisi kehidupan mereka dalam keluarga.

Ulasan tersebut mengungkapkan hal yang sama, kesulitan berkeluarga. Taka Kato, contohnya. Aktor film porno Jepang yang cukup terkenal  ini mundur dari industri tersebut tahun lalu.

Kato menyebut ingin menjalani bahtera rumah tangga secara serius. Tapi nyatanya, perempuan yang menjadi calon isteri yang ia damba malah berpikir sebaliknya.


"Saya kesulitan mendapatkan isteri yang serius untuk menjadi isteri saya yang baik-baik selama ini karena mungkin mereka pikir saya akan main-main, seiring dengan profesi saya sebagai aktor porno di masa lalu," papar Kato.

Hal yang sama dialami aktor porno Masahiro Tabuchi (46). Bukan masalah yang ia hadapi berlipat. Bukan hanya kesulitan mencari isteri yang serius pada awalnya, tetapi kini juga kesulitan dan kebingungan menghadapi rasa ingin tahu sang puteri.

Sisi Lain Kehidupan Aktor Porno: Kelimpungan Saat Puteri Tanya 'Apa Pekerjaan Papa?'

Puterinya berada di Taman Kanak-kanak dan sudah mengajukan pertanyaan serius, apa pekerjaan sang ayah? Sontak, pertanyaan itu membuat Masahiro kelimpungan menjawab.

"Waktu ditanya saya kerjanya apa, cukup bingung juga saya mencari jawaban, akhirnya saya menjawab, papa kerjanya dengan berbicara kepada orang lain, maka papa dapat uang. Itulah yang saya lakukan menjawab pertanyaan puteri saya," ungkapnya.

Memang diakuinya belum bisa secara jujur sekali dia menjawab pertanyaan puterinya bahkan bingung menceritakan kerjanya, "Saya bekerja sebagai aktor porno di masa lalu, karena memang saya menyenanginya dan menyelaminya dengan baik," ungkapnya lagi.

"Apabila masyarakat mau membicarakan saya dari belakang-belakang ya silakan saja, saya tak peduli hal itu. Tetapi saya tak bisa tahan kalau sampai puteri saya kemudian tahu dan bahkan dijelekkan di sana sini oleh orang lain. Saya tak bisa terima itu," katanya.

Secara universal, masyarakat memang memiliki cap buruk dan menghakimi dengan stigma negatif terhadap para aktor film porno. Ada seorang aktor porno yang diolok-olok keluarganya, terutama isteri dan anak-anaknya sehingga mereka menghabiskan nyawanya dengan bunuh diri. 

Itulah yang ditakuti oleh Tabuchi , "Saya akan berusaha sekuat mungkin agar anak saya dan keluarga saya bisa dijauhi dari segala yang tidak baik, yang mau mengolok-oloknya. Olehkarena itu biar tak dikenali saya menggunakan topi atau kacamata gelap supaya tak ketahuan masyarakat saat saya mengantar anak ke sekolah atau ke tempat umum," paparnya.

Secara jujur diungkapkannya, bahwa saat bermain seks saat kerja dan saat bermain seks secara pribadi dengan isteri sendiri sebenarnya tak jauh berbeda.

"Saya jadi bintang porno selama 25 tahun dan perasaan kerja atau pribadi ya sama saja kok. Bedanya kalau kerja ya dapat duit itu saja," katanya.

Meski demikian dia juga menambahkan, seks untuk kerja hanya untuk kesenangan semata, tanpa feel dan perasaan dari hati. Berbeda saat melakukan dengan isteri, kebahagiaan bisa menjalar sampai ke dalam hati.

"Saya berusaha sedalam mungkin mencintai isteri dan memberikan saling pengertian satu sama lain sehingga kebahagiaan terasa sampai ke hati. Tapi kalau kerja main seks ya hanya senang kelihatan luarnya saja," katanya.

TRIBUNNEWS.COM | Richard Susilo



  
 
Silakan diklik:  



Kesederhanaan, kesantunan, dan keteguhan dalam memegang prinsip dari para tokoh Partai Masjumi bisa menjadi teladan bagi para aktifis Islam yang berjuang di lapangan politik
 

Share this article :

Posting Komentar