Sabtu, 08 Februari 2014

Home » » DPR: Benahi Pelabuhan Tanjung Perak Agar Efisien dan Modern

DPR: Benahi Pelabuhan Tanjung Perak Agar Efisien dan Modern

Upaya pembenahannya bisa dengan beberapa langkah berbasis revitalisasi, modernisasi dan peningkatan kapasitas

Mafaza-Online.Com|JAKARTA - Pemerintah harus bergerak cepat membenahi pelabuhan Tanjung Perak, karena bongkar muat barang di sana bisa dijadikan andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah bahkan kawasan. Jika kondisi Tanjung Perak bisa ditingkatkan, tentu segala hambatan distribusi barang bisa dipangkas. Upaya pembenahannya bisa dengan beberapa langkah berbasis revitalisasi, modernisasi dan peningkatan kapasitas. Demikian diungkapkan anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo di gedung DPR, Kamis (6/2).


“Penambahan kapasitas merupakan sesuatu yang sangat mendesak. Peningkatan produktivitas bongkar muat dan pengembangan infrastruktur baru menjadi opsi utama,” tegas Sigit.

Bila pada 2010 arus petikemas yang masuk baru mencapai 2,407 juta TEU's, maka pada 2012 telah mencapai 2,849 juta TEU's atau terjadi peningkatan hampir 10 persen per tahun. Diprediksi pada tahun ini arus petikemas masuk mencapai 3,86 juta TEU’s terdiri dari barang internasional sebesar 1,82 juta TEU's dan domestik mencapai 2,04 juta TEU's.

“Sementara kapasitas tidak bertambah, hanya sekitar 1,45 juta TEU's pada terminal petikemas internasional dan 1,57 TEU’s pada terminal petikemas domestik. Total terjadi overflow 835 ribu TEU's”, ujar Legislator asli Surabaya ini.

Sigit berharap pelabuhan yang menjadi mata pencaharian sekitar 4500 TKBM (Tenaga Kuli Bongkar Muat) ini cepat dibenahi. Jika tidak, kemacetan arus kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi ancaman serius terhadap perekonomian Jatim. Bahkan, bisa menjadi ancaman bagi Kawasan Timur Indonesia, mengingat perannya selama ini sebagai pelabuhan pengumpul utama di kawasan tersebut.

“Pemerintah harus fokus melakukan pembenahan pada pelabuhan ini agar kapal pesiar juga bisa dan mau singgah di pelabuhan, seperti di Benoa. Dengan itu akan tumbuh hotel dan wisata lainnya di Surabaya, dampaknya menyerap  pemandu wisata yang penghasilannya bisa sepuluh kali lipat TKBM. Jika itu terjadi, rasanya tak perlu lagi pemerintah bikin program Bedah Rumah dan sejenisnya,” pungkasnya.
 


Silakan di Klik:
Share this article :

Poskan Komentar