Senin, 24 Februari 2014

Home » » 60.000 Nyawa Melayang Akibat Polusi Udara di Indonesia

60.000 Nyawa Melayang Akibat Polusi Udara di Indonesia

Tak ada kebijakan nyata untuk mengatasi ancaman besar kesehatan paru-paru

Mafaza-Online.Com|Jakarta - Sejumlah organisasi lingkungan hidup - Greenpeace, JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup), Waterkeeper Alliance, dan 350.org - bersama-sama mengadakan diskusi tentang bahaya batu bara sebagai sumber energi. Mewakili Greenpeace International, Lauri Millyvirta, mengungkap ancaman batu bara pada kesehatan paru-paru.

Residu batu bara mengandung PM2.5, partikel sangat kecil yang biasa ditemukan di udara, termasuk debu dan asap. Partikel ini sangat jarang terlihat namun sering sekali kita rasakan.

"PM2.5 sering kita rasakan tapi jarang kita lihat. Partikel ini bisa masuk jauh ke paru-paru dan mengakibatkan kanker paru-paru, stroke, dan beragam penyakit lain terkait peredaran darah dan jantung," ungkap Lauri di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2).

Berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udaralah penyebab utama kanker paru-paru. Di Indonesia, polusi udara telah menyebabkan kematian 60.000 orang per tahun.

Sayangnya, lanjut Lauri, hingga kini Indonesia belum memiliki standar mengenai batasan PM2.5 di udara. Jepang misalnya, sudah punya batasan sebesar kurang dari sama dengan 15.0 μg/m3.


"Indonesia belum punya standar. Sebagian besar kota di Indonesia melebihi standar WHO dan negara-negara industri," ujar pria yang pertama kali datang ke Indonesia delapan tahun lalu.

Lauri menyimpulkan fakta ini sebagai ketiadaan sistem pengawasan polusi udara di Indonesia. Juga ketiadaan kebijakan nyata untuk mengatasi ancaman besar kesehatan paru-paru.

"Dilihat dari efeknya, batu bara adalah pilihan paling buruk bagi kesehatan, Sudah saatnya beralih ke sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari," saran pria Finlandia ini. (beritasatu)




Silakan diklik:  




Share this article :

Poskan Komentar