Minggu, 05 Januari 2014

Home » » PAN Pertanyakan Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg

PAN Pertanyakan Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg

Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo. ANTARA/Prasetyo Utomo

Mafaza-Online.Com | EKONOMI - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo mengharapkan PT Pertamina tak semata-mata memperhitungkan harga baru elpiji berdasarkan keuntungan atau kerugian yang dialaminya. Alasannya, elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat pasca beralih dari minyak tanah.

"Perhitungan PT Pertamina bukan segala-galanya. Harus ada pertimbangan ekonomi masyarakat," kata Drajad usai acara diskusi, Sabtu, 4 Januari 2014.

Drajad mengatakan kebijakan Pertamina yang menaikan harga gas elpiji kemasan 12 kilogram menjadi beban sebagian masyarakat. Apalagi kondisi ekonomi belum benar-benar pulih. "Pertamina harusnya lebih bijak, jangan melakukan hal-hal yang memberatkan masyarakat," kata Drajad.

Meski tak memaparkan detil, Drajad mengatakan Pertamina punya pilihan selain menaikan harga gas elpiji 12 kilogram. Untuk memastikannya, PAN akan meminta penjelasan langsung dari Pertamina perihal kebijakan tersebut. "Kebijakan ini akan berpengaruh pada inflasi bulan Januari 2014."

PT Pertamina sejak 1 Januari 2014, menaikkan harga gas elpiji non susbidi kemasan 12 kilogram sebesar 57 persen atau sekitar Rp 3.959 per kilogram. Masyarakat pada saat ini harus mengeluarkan uang sekitar Rp 117 ribu per tabung dari harga sebelumnya sekitar Rp 70 ribu. Kenaikan harga ini didasarkan pada klaim kerugian yang dialami Pertamina sekitar Rp 6 triliun per tahun. (tempo.co)



Silakan di Klik
┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶♡̨̐M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡
Share this article :

Poskan Komentar