Minggu, 29 Desember 2013

Home » » MENAG: Alih-alih Memakai Jilbab, Malah Disuruh Pakai Baju Santa

MENAG: Alih-alih Memakai Jilbab, Malah Disuruh Pakai Baju Santa

Contoh lain upaya pendangkalan akidah, menurut  Suryadharma, terjadi di daerah. Pemerintah daerah (pemda) dilarang membiayai program agama di daerah, khususnya pada pendidikan agama

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku khawatir dengan berbagai upaya pendangkalan akidah yang terus terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini.

Ia mencontohkan beberapa fakta yang telah terjadi. Seperti di kota besar, banyak wanita Muslimah yang mau berjilbab, tetapi tidak bisa. Sebab, di negeri yang mayoritas Islam ini, penggunaan jilbab diatur sangat ketat. “Contoh yang mudah di pertelevisian, kepolisian, dan beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan,” kata dia.

Di pertelevisian, jelas Menag, pembawa acara akan diprioritaskan bagi mereka yang tidak menggunakan jilbab. Hal ini juga terjadi di kepolisian pada polisi wanita (polwan). "Polwan yang sudah dibolehkan pakai jilbab kemudian dilarang kembali. Dengan alasan, tidak seragam," ujarnya.

Begitu juga, para pramuniaga di pusat perbelanjaan. Mereka, kata Menag, sangat jarang terlihat megngunakan jilbab karena memang aturan perusahaan dibuat seperti itu.
"Alih-alih memakai jilbab, mereka malah disuruh pakai baju Sinterklas (Santa Claus)," keluhnya.

Kalau mereka tidak memakai, masih kata Suryadharma, malah bisa dipecat.

Contoh lain upaya pendangkalan akidah, menurut  Suryadharma, terjadi di daerah. Pemerintah daerah (pemda) dilarang membiayai program agama di daerah, khususnya pada pendidikan agama.

Paradigma yang dibangun, urusan agama itu urusan negara, sedangkan pemda tidak mengurusi masalah agama dan pendidikan agama.

Prihatin Dengan Polwan Bertopi Sinterklas

Di tengah penangguhan kebijakan Polwan berjilbab, umat Islam Indonesia dikagetkan dengan beredarnya foto di jejaring sosial Twitter dan Facebookyang menggabadikan sejumlah Polwan berseragam tengah memakai topi Sinterklas.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim mengaku prihatin dengan beredarnya foto tersebut.

“Jika benar ada instruksi seperti itu (memakai topi Sinterklas) sungguh terlalu! Kita doakan semoga mereka (pemimpin Polri) sadar akan loyalitas keislamannya,” kata Fahmi kepada hidayatullah.com, Selasa (24/12/2013) siang. (voa-islam.com)




Silakan di Klik
⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽MinumMaduManjakani, untuk KesehatandanKebugaranWanita✽⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥
Share this article :

Poskan Komentar