Minggu, 29 Desember 2013

Home » » Memori Indah Seorang Kakek Berumur 125 Tahun Tentang Daulah Turki Utsmani

Memori Indah Seorang Kakek Berumur 125 Tahun Tentang Daulah Turki Utsmani

Aku bersama para pemuda melawan dan memiliki pistol yang kami gunakan untuk menembak para penjajah. Kami gunakan bergerilya di malam hari dan menghancurkan jembatan yang digunakan oleh para penjajah



Mafaza-Online.Com | FEATURE - Umar Muhammad Rajab Toum, lahir pada tahun 1888 dan masih hidup hingga kini. Ia telah menyaksikan perubahan tanah kelahirannya di Gaza hingga Palestina Modern, dari era Turki Utsmani pada kekuasaan Inggris hingga penjajahan Israel.

Umar menjadi saksi hidup dari semua perubahan dunia. Yang mengagumkan, ia masih ingat ketika dunia di sekelilingnya dulu tak memiliki perbatasan.

Ia dulu pernah menjadi seorang prajurit Turki Utsmani, ketika bepergian tak perlu menggunakan surat-surat identitas. Ia bisa bergerak bebas antara Turki, Libanon, Suriah, Yordania hingga Libya.

Ketika Inggris mulai melakukan penjajahan, cerita heroik revolusioner Palestina mulai muncul.

“Aku bersama para pemuda melawan dan memiliki pistol yang kami gunakan untuk menembak para penjajah. Kami gunakan bergerilya di malam hari dan menghancurkan jembatan yang digunakan oleh para penjajah,” katanya.

“Di bawah turki Utsmani, semuanya gratis. Kami dulu bekerja di pertanian dan menanam pohon berry, buah persik, anggur, menjual dan memakannya.”

Di masa mudanya, banyak dari teman generasinya menikah lebih dari satu istri. Tapi Umar hanya memiliki satu istri.

“Aku menikah sekali dan istriku sangat mengagumkan. Dia sangat membantu dalam hidupku. Kami memiliki empat anak dan sekarang aku sudah memiliki 300 cucu. Aku tidak ingat semua nama mereka. .”

Apa rahasia Umar hingga bisa hidup selama 125 tahun? Kuncinya ada dalam pola makannya. Setiap hari, Umar makan minyak zaitun dan timi untuk sarapan, lalu daging kelinci untuk makan siang.

Di usianya yang sudah sangat renta, Umar tetap memberikan pesan perlawanan bagi cucu-cucunya dan untuk warga Palestina di kampung halamannya di Jabalia, utara Gaza.

“Lindungi tanah kelahiran kalian, seperti kalian melindungi istri dan anak-anak kalian. Bekerjalah di bidang pertanian, karena hal itu akan mendorong kalian untuk melestarikan dan mempertahankan tanah kelahiran.” (fadhil/ alsiasi/ Shoutussalam)



Silakan di Klik

Beli Sepasang : Manjakani dan Pasak Bumi Anda cukup Bayar Rp 60.000 bukan Rp 85.000
Share this article :

Poskan Komentar