Minggu, 08 Desember 2013

Home » » Media Inggris: Usamah Bin Ladin Pejuang Bukan Teroris

Media Inggris: Usamah Bin Ladin Pejuang Bukan Teroris

Fisk menggambarkan pria berkewarganegaraan Saudi ini sebagai ‘pria pemalu’ yang lelah akibat serbuan pers

Mafaza-Online.Com | LONDON – Wartawan Inggris terkemuka, Robert Fisk bertemu dengan mantan pemimpin Al-Qaida, Syaikh Usamah Bin Ladin, di Sudan setelah kemenangan mujahidin melawan invasi pasukan Uni Soiet di Afghanistan.

Robert Fisk menyebutnya Bin Ladin sebagai ‘pejuang’, Fisk mengungkapkan informasi rinci terkait proyek baru Syaikh Usamah di Sudan setelah perang di Afghanistan berakhir pada tahun 1989. Syaikh Usamah menurutnya berada di Sudan, bukan untuk perang atau terorisme, tetapi untuk menggunakan keahliannya sebagai insinyur konstruksi dalam membangun jalan baru dari ibukota Sudan Khartoum ke Port Said, Mesir seperti dilansir worldbulletin.

Jalan raya baru bertujuan mengurangi jarak perjalanan menuju Port Said dari 1.200 km menjadi hanya 800 km, sehingga dapat tiba di kota pantai Mediterania itu dalam jangkauan satu hari.

Meskipun banyak pemerintah yang menuduhnya membawa pejuang dari Afghanistan untuk membuka kamp pelatihan di Afrika, Bin Laden menyangkal ini, ia mengatakan bahwa berita tersebut berasal dari media sampah dan kedutaan.

“Saya seorang insinyur konstruksi. Saya tidak mendirikan kamp di sini (Sudan),” mengutip perkataan Syaikh Usamah.

Keterampilan Bin Ladin di bidangnya juga diterapkan di Afghanistan dalam perang melawan Soviet. Dia juga membangun terowongan di pegunungan Zazi yang digunakan sebagai rumah sakit dan tempat penyimpanan senjata oleh pejuang. Dia juga membangun jalan yang menghubungkan basis para pejuang ke ibukota Kabul.

Namun, Syaikh Usamah mengakui bahwa dia telah membawa beberapa teman dari Afghanistan ke Sudan. Bukan untuk perang, tapi, untuk mempekerjakan mereka dalam pembangunan jalan raya. Keuntungan yang dibuat oleh perusahaan Bin Ladin kemudian akan diinvestasikan dalam wijen dan produk lainnya dengan nilai intrinsik untuk ekspor.

Fisk menggambarkan pria berkewarganegaraan Saudi ini sebagai ‘pria pemalu’ yang lelah akibat serbuan pers.

Robert Fisk mencatat bahwa itu adalah wawancara pertama Bin Ladin dengan wartawan Barat.

Menurut cerita resmi, Syaikh Usamah Bin Ladin terbunuh –syahid insyaAllah— dalam operasi  US Navy Seals di Pakistan pada tanggal 2 Mei 2011. Meskipun tidak ada bukti fisik atau fotografi kematiannya yang diberikan, pasukan Amerika mengaku membuang mayatnya ke laut yang lokasinya yang tidak diketahui.

Sebelumnya , media melaporkan bahwa, ia meninggal karena sakit. Namun, tidak satupun dari laporan-laporan tersebut dapat dikonfirmasi kebenarannya. (qathrunnada| KIBLAT.NET)



Silakan di Klik
┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶♡̨̐M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽̶♈̷̴┈̥-̶̯͡

Share this article :

Poskan Komentar