Jumat, 06 Desember 2013

Home » » Bakal ada intifadah ketiga

Bakal ada intifadah ketiga

Situasi kian memburuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat akibat kebiadaban Israel

Mafaza-Online.Com | WAWANCARA - Sekitar 1,6 juta penduduk Gaza kekurangan pasokan bahan makanan, obat-obatan, bahan bakar, listrik, dan barang lainnya lantaran sudah enam tahun belakangan negara Zionis itu memblokade Gaza. Kondisi mereka kian mengenas setelah rezim militer di Mesir menutup perlintasan Rafah dan semua terowongan. Padahal, itu satu-satunya pintu bagi warga Gaza melihat dunia luar.

Suasana muram juga membekap Tepi Barat. Israel terus menangkapi dan membunuh orang Palestina. Mereka juga melanjutkan proyek merampas tanah dan menggusur rumah warga Palestina buat membangunan permukiman Yahudi. Proyek Tembok Pemisah masih dikerjakan, dan seruan merebut Masjid Al-Aqsa dari kelompok Yahudi radikal makin luas bergema.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal mengakui situasi semacam itu bakal makin memperkuat keyakinan bangsa Palestina buat terus melawan penjajah Israel. Sebab itu, dia yakin intifadah ketiga bakal meletup.

"Intifadah ketiga juga bakal meletup pada waktunya," kata Misyaal kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com dalam wawancara khusus dalam sebuah kamar di lantai 37 Hotel PNB Darby Park, Kuala Lumpur, Rabu lalu. "Rakyat Palestina tahu kapan waktu pas buat memulai intifadah ketiga."

Dengan setelan safari hitam dan seraya berzikir memakai tasbih coklat terang di tangan kiri, Misyaal menjawab semua pertanyaan dengan lugas. Berikut penuturannya.


Tidak ada harapan di Gaza dan bentrokan di Tepi Barat, termasuk di Masjid Al-Aqsa, terus meningkat. Apakah menurut Anda ini saat tepat buat melancarkan intifadah ketiga?
Saya yakin rakyat Palestina tidak akan pernah bosan berjuang. Sebab Israel terus melancarkan kekejaman di Tepi Barat. Mereka meneruskan pembangunan permukiman, melancarkan yahudisasi di tempat-tempat suci umat Islam dan Nasrani, menangkapi dan memenjarakan ribuan orang Palestina, memecah Masjid Al-Aqsa. Mereka juga melanjutkan blokade terhadap Gaza, melancarkan sejumlah agresi ke sana.

Semua ini kian menguatkan keyakinan kami, perlawanan merupakan satu-satunya cara menghadapi Israel. Intifadah pertama dan kedua terjadi di saat yang tepat. Intifadah ketiga juga bakal meletup pada waktunya. Rakyat Palestina tahu kapan waktu pas buat memulai intifadah ketiga.

Hingga kini perundingan masih buntu. Kami percaya tidak ada masa depan dalam negosiasi terutama di masa kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

Misyaal minta izin buat menerima telepon. Dia berbicara dalam bahasa Arab sekitar dua menit.

Soal prinsip final Hamas, apakah Hamas bakal menerima solusi dua negara atau hanya ada satu negara Palestina meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Israel sekarang?
Dia sempat menghela napas sekali dan membaca basmalah sebelum menjawab pertanyaan ini.

Hamas berprinsip bangsa Palestina berhak atas seluruh wilayah Palestina (sebelum berdirinya negara Israel). Hamas tidak akan pernah mengakui penjajahan dan negara Israel.

Wawancara terhenti lima menit karena Khalid Misyaal kedatangan tamu.

Jadi Israel harus enyah dari wilayah mereka anggap sebagai hak mereka saat ini?

Kami memiliki kesepakatan dengan faksi-faksi lain disebut program politik bersama untuk membentuk visi politik Palestina bersatu. Kami tidak menolak prinsip itu dan kami percaya seluruh wilayah Palestina menjadi hak orang Palestina.

Kami tidak akan melepaskan sedikitpun wilayah kami. Penjajahan Israel tidak sah dan tak bakal langgeng.

Sejujurnya, Anda yakin negara-negara Arab dan muslim selama ini jujur mendukung Palestina? Sebab sampai sekarang bdelum ada satu pun dari mereka mengakui kemenangan Hamas dalam pemilihan umum Januari 2006?
"Saya akan menjawab pertanyaan Anda dari dasar hati saya," kata Misyaal seraya tertawa.

Tidak diragukan lagi, negara-negara Arab dan muslim memiliki banyak persoalan. Umat Islam saat ini masih lemah dan terpecah-pecah. Tiap negara memiliki masalah sendiri dan tidak ada strategi bersama buat menghadapi penjajahan Israel.

Di saat yang sama, kami menerima sokongan sangat besar dari penduduk dan pemerintah mereka buat perjuangan bangsa kami. Banyak pemerintah dari negara Arab dan muslim membantu Hamas secara rahasia dan terbuka. Mereka memandang Hamas sebagai harapan buat mengakhiri penjajahan Israel.

Kami percaya umat Islam yakin Palestina adalah prioritas utama dan isu sentral mereka. Kami memang memperoleh dukungan dari beberapa negara, namun kami mengharapkan lebih banyak lagi negara menyokong.

Hamas berharap dukungan resmi dan terbuka bakal makin meningkat. Dengan gagalnya saban perundingan telah meyakinkan negara-negara muslim perjuangan Hamas satu-satunya harapan buat meraih kembali hak-hak bangsa Palestina.


Sumber: Merdeka.com





MOP Salurkan Bantuan di Dusun Talun, Magelang
Share this article :

Poskan Komentar