Minggu, 17 November 2013

Home » » Waspada Zat Kimia Di Dalam Kosmetik

Waspada Zat Kimia Di Dalam Kosmetik


Apa yang terjadi jika kosmetik yang anda gunakan mengandung bahan-bahan berbahaya


Mafaza-Online.Com|WANITA & KELUARGA - Kosmetik berfungsi untuk mempercantik wajah dan menyehatkan kulit.Tapi apa yang terjadi jika kosmetik yang anda gunakan mengandung bahan-bahan berbahaya? Selain dapat menyebabkan kulit menjadi rusak, kandungan berbahaya dalam kosmetik juga dapat menyerap ke dalam kulit dan darah sehingga membahayakan kesehatan Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan Enviromental Working Group (EWG) terhadap sampel darah dan urine pada 20 remaja putri usia 14-19 tahun menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya. Sebagian merupakan pemicu kanker, sebagian lagi bisa mempengaruhi keseimbangan hormonal. Berikut adalah zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam kosmetik

  1.     Parabens – digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri. Pemakaiannya masih kontroversial. Pasalnya, zat ini ternyata ditemukan pada sel tumor dan kanker payudara. Parabens memiliki kemampuan untuk sedikit meniru hormon estrogen dan memiliki kontribusi dalam perkembangan kanker payudara. Kulit juga dimungkinkan mengalami penuaan lebih cepat. Dilaporkan pula, parabens bisa memicu kerusakan DNA.
  2.      Phthalates – sebagai pelarut dalam kosmetik sehingga menjadi sebuah produk yang sempurna. Terhadap kesehatan, phthalates menyebabkan toksisitas pada reproduksi dan perkembangan. Dalam jangka panjang bisa berujung dengan munculnya kanker.
  3.     Triclosan – antibakteri ini dapat mengganggu fungsi hormon dan menyebabkan alergi. Triclosan tidak mudah terurai di air. Selain itu, zat tersebut berkontribusi pada munculnya resistensi bakteri terhadap antibiotic.
  4.     Propylene glycol – zat ini ditemukan pada deterjen, pelarut, dan sebagainya. Propylene glycol yang mengendap di tubuh bisa mengiritasi kulit, sakit kepala, dan masalah kesehatan lainnya.
  5.     Petroleum atau minyak mineral – anda bisa menemukannya pada produk parfum. Ini sebenarnya produk sampingan dari penyulingan bensin. Zat ini dapat menyimbat pori-pori dan menurunkan fungsi paru-paru.
  6.     Wewangian sintetis – Beberapa spesies binatang mengeluarkan wewangian alami yang disebut feromon, yang fungsinya adalah untuk menarik pasangan di musim kawin. Oleh manusia, wewangian ini dibuat tiruannya lalu digunakan dalam parfum, serta beberapa jenis sabun wangi dan produk perawatan rambut.Beberapa jenis wewangian sintetis diketahui bisa memicu kanker pada binatang. Meski belum diuji pada manusia, diduga kuat senyawa ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.
  7.     Imidazolidinyl Urea dan Diazolidinyl Urea – Kedua zat kimia ini merupakan pengawet yang paling banyak digunakan selain Paraben. Kandungan utamanya ialah formaldehyde yang seringkali dipakai untuk mengawetkan jenazah. Bahan ini memang mampu mengawetkan komposisi dalam kosmetik, namun terbukti berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
  8.     PVP / VA Copolymer – Bahan ini berasal dari petroleum (minyak tanah) dan banyak digunakan di produk hairspray. Selain tergolong dalam kategori toxic, zat kimia ini juga mengandung partikel yang dapat merusak paru-paru.
  9.     Sodium Lauryl Sulfate – Lazim digunakan dalam produk shampoo dan detergen, fungsinya untuk menghasilkan busa yang melimpah. Bahayanya, kandungan dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, kerontokan rambut, ketombe, serta reaksi alergi.
  10.     Stearalkonium Chloride –  Bahan kimia ini banyak dipakai dalam conditioner dan krim rambut, namun dapat menyebabkan reaksi alergi. Stearalkonium chloride juga terbuat dari bahan yang sama dengan yang digunakan di produk pelembut kain. (inafinance.com)
Silakan di Klik:
Share this article :

Posting Komentar