Selasa, 12 November 2013

Home » » Titian Muhibah Mengunjungi Sanusiyyah Malaysia (3-Habis)

Titian Muhibah Mengunjungi Sanusiyyah Malaysia (3-Habis)

Betapa Agung Manhaj Tarekat Sanusiyyah

Syaikh Ahmad Syarif merupakan sosok yang memperhatikan seluruh umat, tidak hanya ikhwan (jama’ah Sanusiyyah) saja. Beliau ingin membangun peradaban dan persatuan umat (Jami’atul Islamiyyah).

Mafaza-Online.Com | SILATURRAHIM – Agenda deni agenda kami jalani dengan semangat keakraban. Syaikh M. Fathurahman beserta rombongan setelah menghadiri acara tiba di penginapan hampir jam 1 malam. Menjelang dinihari itu, beliau langsung beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadiri acara Seminar di TM Convention Centre di Kuala Lumpur.

Belum cukup rasanya beristirahat paginya kami segera bersiap.  Perjalanan dari hotel Royal Seremban menuju lokasi acara ditempuh sekitar 1 jam.

Tiba di lokasi acara, rombongan tamu disambut panitia yang kebanyakan masih muda belia. Mereka berpenampilan rapi bergaya melayu.

Saat rombongan masuk ke ruangan aula besar, acara sedang berlangsung. Ratusan peserta menghadiri Seminar bertajuk  “As-Sanusiyyah di Persada Dakwah.” Mereka mengikuti acara dengan khidmat.

Ustadz Salahuddin bin Azarai yang tampil sebagai pemakalah pertama, menyampaikan materi bertajuk, “Tokoh-tokoh As Sanusiyyah dalam Menjulang Panji Jihad dan Dakwah di Dunia Islam.”

Sedang Ustadz Mohammad Sufi bin Ibrahim pada penyampaian materi kedua menguraikan, “Manhaj Tarekat Sanusiyyah”, yang isinya banyak memuat corak bimbingan tarbiyyah dalam Tarekat Sanusiyyah yang telah diajarkan ditengah zawiyyah Sanusiyyah pada masa dulu.

Syaikh M. Fathurahman tidak memberikan makalah secara khusus pada seminar tersebut karena ingin menyampaikan gagasan makalah secara alami (apa adanya) bak air mengalir. Beliau menyambung apa yang diungkap pemateri sebelumnya dan menyatakan betapa agung manhaj Tarekat Sanusiyyah yang merupakan warisan silsilah yang muttashil (bersambung) dari Guru-guru (Mursyid) sebelumnya hingga kini.

“Inilah karunia besar yang tidak bisa dinilai dengan materi, karena merupakan nikmat yang hakiki sebagaimana Allah turunkan Al-Quran kepada umat ini,” jelas Syaikh M. Fathurrahman.

Betapa jelas fakta sejarah yang membentang dan tak dapat dimungkiri sepak terjang para Mursyid Tarekat Sanusiyyah pada masa lalu. Syaikh Ahmad Syarif merupakan sosok yang memperhatikan seluruh umat, tidak hanya ikhwan (jama’ah Sanusiyyah) saja. Beliau ingin membangun peradaban dan persatuan umat (Jami’atul Islamiyyah).

Saat umat sedang terpuruk di mana negara-negara Islam sedang dijajah bangsa Eropa dan kekhalifahan Turki Usmani sedang lemah, Syaikh Ahmad Syarif tampil mengerakkan potensi umat Islam. Berjuang melepaskan umat dari kemunduran dan perpecahan.

Pemikiran luas dan cita-cita tinggi seperti ini disebabkan karena adanya bimbingan Quraniyyah yang bersifat universal.

Jiwa Sanusiyyah adalah jiwa yang besar dan tidak sempit. Di tengah kondisi umat yang sedang mengalami permasalahan besar berupa konfilk horisontal saat ini penerus jejak perjuangan Sanusiyyah perlu tampil mengislahkan umat dari dalam. Yakni dengan saling merangkul dan duduk bersama dalam satu tingkatan. Tidak ada yang merasa lebih tinggi atau rendah ketika membahas permasalahan besar umat.

Syaikh M. Fathurahman juga menegaskan bahwa seluruh persoalan umat janganlah sampai menjadikan kita mundur dan semakin lemah, tapi kita jadikan sebagai Pekerjaan Rumah, serta merupakan bagian dari lahan ibadah dan ujian. Hal tersebut akan menjadi batu loncatan bagi kemajuan mental dan spiritual umat Islam.

Acara seminar ditutup dengan pembahasan penutup dari Dato’ Syaikh Fuad Kamaluddin. Dengan kebijaksanaan panitia, rombongan dipersilahkan untuk kembali ke penginapan untuk mempersiapkan lanjutan acara berikutnya.

Di hari ketiga, rombongan diajak ke Kompleks pendidikan di Darul Maliki, yang berisi santri-santri pilihan yang dipantau langsung oleh Syaikh Fuad. Tidak kurang sekitar 111 santri mendapatkan arahan dan bimbingan di tempat ini. Selain kecerdasan santri-santri di tempat ini juga telah lulus tes dalam masalah akhlak (budi pekerti)nya. Selepas lulus dari lembaga ini para santri diproyeksikan pendidikannya ke Universitas Maroko.

Saat ini, lembaga pendidikan yang dipimpin dan diasuh oleh Syaikh Fuad telah membina kerjasama dengan Universitas Qarawiyyin (perguruan tertinggi tertua dalam sejarah Islam) di Fez dan Universitas Syaikh Khamis di Rabat, keduanya berada di Maroko. Para santri pilihan lulusan Sanusiyyah di Malaysia tersebut dapat melanjutkan pendidikannya di sana.

Pertemuan dengan Dato’ Syaikh Fuad di Darul Maliki merupakan pertemuan akhir dari rangkaian aktivitas kunjungan Syaikh M. Fathurahman dan rombongan di negeri jiran. Selepas itu kami juga masih mendapat kebahagiaan berupa pertemuan dengan para ikhwan Tariqat Ahmadiah Idrisiah pimpinan Sidi Nizar yang menemui Syaikh M. Fathurahman dan rombongan di penginapan dan bandara KLC.

(Luqmana 25 Sept 2013)

Silakan di Klik:
┈┈»̶•̵̭̌✽M-STORE LengkapiKebutuhanAnda✽•̵̭̌«̶┈┈


Share this article :

Poskan Komentar