Rabu, 23 Oktober 2013

Home » » Kadin Pelopori Gerakan Antikorupsi

Kadin Pelopori Gerakan Antikorupsi

Penandatanganan Pakta yang disaksikan Ketua Abraham Samad, oleh Ketua Umum Kadin Rizal Ramli,   Ketua Dewan Pertimbangan Oesman Sapta Odang dan Ketua Dewan Penasihat Setiawan Djody
Mafaza-Online.Com | Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memasuki babak baru. Organisasi para pengusaha di bawah kepemimpinan Rizal Ramli ini menandatangani Pakta Integritas antikorupsi. Tidak tanggung-tanggung, penandatanganan Pakta yang disaksikan Ketua Abraham Samad itu dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Rizal Ramli,   Ketua Dewan Pertimbangan Oesman Sapta Odang dan Ketua Dewan Penasihat Setiawan Djody.

"Kadin Indonesia menyatakan, akan mempelopori gerakan antikorupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kalangan dunia usaha," demikian kutipan butir pertama dari tiga butir Pakta Integritas yang dibacakan Ketua Umum Kadin Indonesia Rizal Ramli pada Munas ke-7 Kadin Indonesia, di Jakarta, Selasa (22/10).

Butir kedua Pakta berbunyi, Kadin Indonesia akan membangun masyarakat Indonesia yang bersih dari korupsi bersama KPK. Sedangkan yang ketiga, akan membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera, maju, dan mandiri untuk Indonesia yang lebih baik.

Bagi Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini, integritas memang bukan hal baru. Dia punya rekam jejak yang panjang, betapa integritas merupakan harga mati. Capres paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut juga dikenal lantang menyuarakan pentingnya setiap pejabat publik menjaga integritas dan memiliki standar etika yang tinggi.

"Saya prihatin melihat rendahnya standar etika para pejabat publik kita. Di luar negeri, pejabat yang baru terindikasi korupsi saja sudah mengundurkan diri. Di Indonesia, bukan saja mereka tidak mundur dari jabatannya, tapi juga masih tidak punya malu tampil di depan publik. Bahkan ada pejabat yang masih bicara soal good gevernance walau sudah jadi tersangka," kata Rizal Ramli.

Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad dalam ceramahnya di Munas VII Kadin, menjelaskan korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Korupsi dilakukan bukan karena kebutuhan hidup, melainkan karena koruptornya tamak, serakah.

"Jika korupsi tidak dihentikan saat ini, maka jangan harap rakyat Indonesia bisa menjadi sejahtera. Karenanya saya meminta jajaran Kadin berperan aktif dalam memberantas korupsi," ujarnya. 


Silakan di Klik:
✽̶ M-STORE LengkapiKebutuhanAnda ♈̷̴✽̶⌣̊
Share this article :

Posting Komentar