Selasa, 03 September 2013

Home » » Tersesat Isu, Umat Islam Bungkam Soal Suriah

Tersesat Isu, Umat Islam Bungkam Soal Suriah

Apakah invasi itu dibiarkan menjadi sesuatu yang benar?

Mafaza-Online.Com|JAKARTA–Nampaknya, setelah mengacak-acak Mesir yang mengorbankan banyaknya rakyat sipil tewas, kini Amerika Serikat (AS) bakal ‘merusak’ Suriah. Tanggal 9 September 2013, Kongres Amerika akan mengambil voting untuk menyerang negara berdaulat Suriah. Alasannya adalah telah banyak jatuh korban senjata kimia dalam konflik bersenjata di Suriah. Amerika menuding rezim Assad yang melakukannya.

Untuk menyerang atau tidak, Amerika tidak memerlukan DK PBB, kata Obama. Padahal PBB sedang investigasi soal senjata kimia tersebut. Kelakuan Amerika ini disayangkan oleh Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. “Di Indonesia, ummat Islam kurang bersuara! Karena isu yang diterima adalah rezim Syiah Assad membunuhi oposisi yang Sunni,” sesalnya di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Dalam nalar yang bijak, menurutnya, kita harus bertanya apakah penyerangan Amerika atas Suriah langkah benar dan baik?

“Apakah ada contoh invasi Amerika yang baik? Misalnya di Irak, Afganistan? Apakah invasi itu dibiarkan menjadi sesuatu yang benar?” tegas Syahganda mempertanyakan.

Ia mencontohkan, Irak telah hancur berkeping-keping dalam invasi AS dan ternyata alasan senjata nuklir Saddam tak pernah ada. Afganistan sudah pula jadi negara mati di bawah kontrol AS.

“Sekutu USA, Inggris, dalam invasi ke Irak, telah pula menolak menyerang Suriah. DK PBB pun mayoritas menolak. Juga NATO. Karena perang bukan Solusi. Perang akan semakin membuat situasi buruk menjadi lebih buruk lagi,” tandas mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) ini.

Oleh karena itu, Syahganda menyerukan agar masyarakat kita melakukan aksi demo unjukrasa menantang invansi AS karena berbagai elemen di penjuru dunia sudah berdemo "No War with Syiria". Bahkan, mayoritas mereka orang-orang kulit putih yang cinta damai. 

“Lalu bagaimana kita? Bukankah pembukaan UUD 45 menuntut kita menjaga perdamaian dunia? Mengapa kita diam? Apakah kita akan diam saja?!” serunya. (PESATNEWS)

Mafaza-Store Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Poskan Komentar