Senin, 02 September 2013

Home » » Penyiksaan di Penjara Melebihi Kekejaman Tatar, Tentara Salib dan Nazi

Penyiksaan di Penjara Melebihi Kekejaman Tatar, Tentara Salib dan Nazi

Apakah orang yang memerintahkan dan melaksanakan penyiksaan itu masih bisa dikatakan sebagai manusia?

Mafaza-Online.Com | MESIR - Ikhwanul Muslimin (IM) dan semua pihak yang memiliki hati nurani, baik di dalam atau di luar Mesir, agar membentuk opini publik sehingga mereka mengetahui siapa sebenarnya militer pengkudeta tersebut. Harus Menuntut mereka (As Sisi Cs) di berbagai lembaga dunia, terutama pengadilan internasional.

Ikhwan juga menerangkan bahwa apa yang dialami oleh putra-putra Mesir di penjara melebihi kekejaman Tatar, Tentara Salib dan Nazi. Sehingga perlu dipertanyakan, apakah orang yang memerintahkan dan melaksanakan penyiksaan itu masih bisa dikatakan sebagai manusia? Bukankah mereka memiliki anak, keluarga, saudara? Bukankah mereka memiliki hati? Atau apakah Hati mereka sudah lebih keras daripad batu?

Meninggalnya 37 orang tahanan dikatakan karena gas, ini juga merupakan sebuah kejahatan berat. Tapi, rupanya kenyataannya lebih dari itu. Semua syahid mengalami penyiksaan sadis sebelum meninggal dunia. Hal itu terlihat dari bekas luka-luka sayatan, bakar, dan peluru di tubuh mereka.

Ikhwan juga menekankan keteguhannya. Kalau penyiksaan ini bertujuan untuk menteror rakyat, maka ketahuilah bahwa rakyat takkan pernah gentar. Kalau bertujuan untuk menyeret IM kepada aksi anarkis, maka rakyat paham betul aksi anarkis akan dijadikan dalih untuk menghabisi IM.

“Kami meyakini bahwa perjuangan damai lebih kuat daripada kekuatan senjata.”

Terakhir, Ikhwan menyadarkan bahwa rakyat berhak untuk meminta pertanggung-jawaban para politikus, lembaga HAM, para jurnalis dan lainnya. Mereka (anti Mursi) marah besar ketika ada seorang perusuh diseret karena melempar bom molotov ke istana Ittihadiyah di masa Presiden Mursi. Mereka kontan berkomentar bahwa Presiden Mursi telah kehilangan keabsahannya sebagai presiden. Meskipun Mursi menyampaikan permintaan maafnya secara resmi.

“Kenapa mereka diam seribu bahasa ketika melihat perlakuan yang lebih kejam dan dhalim?” demikian pernyataan IM. (Sofwan/egyptwindow/dkw)


MafazaOnline Peduli (MOP)
MOP Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam.

Mari bersinergi, Kirim bantuan melalui
Bank Muamalat Norek: 020 896 7284
Syariah Mandiri norek 069 703 1963.
BCA norek 412 1181 643
a/n Eman Mulyatman


Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama/Alamat/Jumlah/Bank/Peruntukkan (Pilih salah satu)
1. Desa Binaan 2. Motor Dai 3. Peralatan Shalat 

4. Wakaf Al-Qur’an 5. Beasiswa 6. Dunia Islam

Syukran Jazakumullah Khairan Katsira

Klik Juga:

Mafaza-Store, Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar