Senin, 02 September 2013

Home » » Keberadaan Sapi Rancah Hampir Punah

Keberadaan Sapi Rancah Hampir Punah

Peternak dan Pemerintah Harus Bersinergi

Mafaza-Online.Com | CIAMIS- Keberadaan sapi Rancah yang merupakan hewan asli asal Kabupaten Ciamis saat ini mulai nyaris tak terdengar. Populasinya di Ciamis diperkirakan kurang dari 70 ekor, itu pun bukan sapi Rancah asli melainkan sapi blasteran, sehingga bobot sapi Rancah yang ada saat ini tidak maksimal. Penyebabnya selain masuknya sapi peranakan impor, juga adanya kesalahan peternak dalam membudidayakan sapi Rancah. Sebetulnya sapi Rancah ini bisa dijadikan ikon Kabupaten Ciamis sebab selain sapi ini berasal asli dari Kecamatan Rancah, sapi rancah ini memiliki karkas 60 persen.

“Pemuliaan sapi Rancah ini adalah program untuk membudidayakan sapi Rancah di habitat aslinya, sehingga sapi Rancah ini bisa tumbuh maksimal dan populasinya meningkat. Kami juga akan memberikan pengetahuan tentang tata cara pembudidayaan ternak sapi Rancah yang benar kepada para peternak sapi Rancah di Ciamis, “Kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Drs H Wasdi MSi.

H Wasdi mengatakan, pada intinya program ini adalah bentuk penyelamatan sapi Rancah yang langka saat ini.

“Sapi Rancah yang ada saat selain jumlahnya sedikit juga bobot yang turun drastis,” katanya.

Bobot sapi Rancah yang asli harus ada berkisar mulai 400 kilogram hingga 600 kilogram, namun sapi Rancah saat ini hanya memiliki bobot 200 kilogram.

“Ini ada kesalahan dari perkawinan sapi Rancah itu sendiri, kemudian para peternak selalu menjual sapi yang kualitasnya baik dibandingkan dengan menjual sapi yang kualitasnya jelek untuk jadi indukan, sehingga sapi Rancah semakin menyusut bobotnya, “ungkap H. Wasdi.

Menurut H. Wasdi, perlu proses lama sampai bertahun-tahun untuk mengembalikan populasi sapi rancah dalam program ini.

Namun, pihaknya saat ini akan melakukan pengembangan pada bobot sapi sehingga bisa berkembang hingga bobot maksimal yaitu minimal bisa mencapai 600 kilogram. “Yang akan kami lakukan terlebih dahulu akan melakukan pengembangan untuk bobot sapi, “kata H. Wasdi.

H. Wasdi berharap, ada dukungan dari masyarakat untuk mengembangkan sapi ini. Karena sapi Rancah sudah diklaim oleh beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat. Dengan upaya ini sapi Rancah bisa menjadi ikon Kabupaten Ciamis dan tidak diklaim oleh Kabupaten dan Kota lain.

Padahal sebelumnya pengembangan sapi Rancah ini mendapat pujian dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Ia berharap, agar budaya memelihara terutama ternak sapi dikalangan masyarakat terus ditingkatkan.

Contohnya, masyarakat Kecamatan Rancah di Kabupaten Ciamis telah memelihara sapi khas lokal yang lebih akrab dengan budaya daerahnya.


 
“Kita tidak bisa tergantung terus pada sapi impor. Apalagi untuk Jawa Barat memiliki alam yang kondusif untuk ternak, “ jelas Deddy Mizwar.

“Untuk meningkatkan budaya memelihara ternak khas lokal itu, saya berharap even seperti kontes ternak ini diselenggarakan paling tidak dua kali dalam satu tahun,“ pintanya, saat memberikan sambutan pembukaan Kontes Ternak Jawa Barat, beberapa waktu lalu di Kompleks PT UNPAD di Jatinangor.

Deddy Mizwar mengajak pihak-pihak seperti pakar bidang peternakan , para peternak dan Pemerintah untuk bersinergi, berkoordinasi dan berkomunikasi dalam memajukan budaya dan memelihara ternak di Jawa Barat. “Jumlah penduduk Jawa Barat yang terbanyak itu semestinya menjadi potensi untuk memajukan peternakan di Jawa Barat,” tambahnya.

Perihal pendanaan untuk mengembangkan budaya ternak di Jawa Barat, Wagub Jawa Barat, meminta pihak DPRD Provinsi Jawa Barat yang saat itu hadir menyertai wagub di Kontes Ternak tersebut, untuk membantu menyiapkannya.

Usai memberikan sambutan yang terbilang singkat dan tanpa teks itu, wagub Jawa Barat, memberikan berbagai penghargaan berupa tropy dan hadiah kepada para pemenang kontes ternak Jawa Barat. Kemudian menyempatkan meninjau pameran ternak unggulan Jawa Barat.

Mengingat kegiatan di bidang peternakan ini terbilang pertama bagi Wagub yang baru dilantik itu, maka disaat peninjauan terhadap pameran ternak, ia sangat respon dan tampak ingin mendalami setiap segmen bidang peternakan.

Ditanyakan oleh Wagub berbagai hal kaitan dengan ternak, mulai jenis, harga, pemasaran dan cara memeliharannya. Keberadaan Wagub Jawa Barat, Deddy Mizwar di Kontes Ternak Tahun 2013 diakhiri dengan mengunjungi Pameran Produk dan Pengembangan Peternakan dan peralatannya yang pesertanya dari unsur swasta, pemerintah dan perguruan tinggi (UNPAD-Fakultas peternakan). (Mamay/Dian/LawuNews)

Silakan di KLIK:
BARBERQU (teBAR BERkah QUrban)
Share this article :

Poskan Komentar