Sabtu, 21 September 2013

Home » » Fitnah! Pencantuman Ust. Afif Abdul Majid Masuk Daftar Hitam Teroris AS

Fitnah! Pencantuman Ust. Afif Abdul Majid Masuk Daftar Hitam Teroris AS

Amerika hendak melanjutkan perang kepada umat Islam atas nama kontra-terorisme di Indonesia padahal proyek tersebut sebagai kedok hegemoni mereka atas sumber daya alam, ekonomi dan politik di Indonesia
Mafaza-Online.Com|JAKARTA-Berkenaan dikeluarkannya rilis Kementerian Keuangan Amerika Serikat (US Department Of The Treasury), 18/09/2013 yang memasukkan Ust. Afif Abdul Majid  ke dalam daftar hitam teroris AS, Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) menyatakan, Itu fitnah sekaligus sebuah pembunuhan karakter terhadap ulama dan aktivis muslim yang hendak memperjuangkan syari’at Islam.

“Apalagi Ust. Afif Abdul Majid sebagai anggota Dewan syari’at di JAT memiliki posisi strategis dalam mengawal JAT untuk tidak keluar dari koridor Syari’at,” kata Son Hadi dalam rilisnya yang diterima redaksi Mafaza-Online.Com, 20/09/2013 di Jakarta.

Dampak nyata dibalik fitnah itu, masih kata Son Hadi, warning pemerintah AS kepada pemerintah Indonesia untuk terus menekan dan mengintimidasi Ust. Abu Bakar Ba’asyir dan JAT. Hal ini terbukti tak lama berselang setelah release ini keluar pihak LP Pasir putih mengeluarkan kebijakan pembatasan jumlah pembesuk Ust. Abu dan larangan pada beliau untuk menerima buku-buku bacaan dari luar. “Hal ini merupakan intimidasi sekaligus diskriminasi,” tegas Son Hadi.

Son Hadi dalam kapasitasnya sebagai Juru Bicara JAT mengungkapkan, ummat yang selama ini datang untuk meminta nasihat dan berkonsultasi kepada Baasyir harus dibatasi jumlahnya. “Ini adalah contoh dari intimidasi tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan larangan menerima buku-buku dari luar bagi JAT, sebuah bentuk diskriminasi. Padahal menerima dan mempelajari ilmu adalah hak setiap individu yang dilindungi Undang-Undang.

Hidden agenda di balik release ini, beber Son Hadi, Amerika hendak melanjutkan perang kepada umat Islam atas nama kontra-terorisme di Indonesia padahal proyek tersebut sebagai kedok hegemoni mereka atas sumber daya alam, ekonomi dan politik di Indonesia,

“Sebagai penopang kebutuhan dalam negeri Amerika yang saat ini diambang kebangkrutan sejak tragedi 11 september 2001,” katanya.

M-Store Lengkapi Kebutuhan Anda 


Share this article :

Poskan Komentar