Rabu, 07 Agustus 2013

Home » » Penjara Perlu Tingkatkan Sistem Pengawasan

Penjara Perlu Tingkatkan Sistem Pengawasan

Dalam pengerebekan itu, petugas menemukan bahan pembuat narkoba jenis sabu (prekursor)

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Seperti yang di informasikan bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemkum HAM) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri melakukan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2013) malam.

Penggeledahan itu terkait dengan adanya laporan tentang “pabrik sabu” di dalam LP. Penggeledahan dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin dan Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari.

Dalam pengerebekan itu, petugas menemukan bahan pembuat narkoba jenis sabu (prekursor), yakni, tujuh bungkus berisi bubuk berwarna merah, enam bungkus berisi bubuk berwarna kuning. "Ini merupakan zat jenis red posfor yang biasanya digunakan sebagai bahan pencampur atau katalisator dalam proses pembuatan narkotika jenis sabu. Saya lihat ada cairan yang kemungkinan residu atau sisa diproduksi,  tapi ini belum dapat kita pastikan," kata Arman.

Surahman Hidayat, Ketua BKSAP, sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, dalam pernyataannya kepada media, mengatakan ‘ dirinya mengapresiasi apa yang telah dilakukan pihak Kemkum HAM dalam melakukan fungsi pengawasan di LP Narkotika Cipinang.  Walaupun secara pribadi dia menyayangkan system pengawasan yang lemah, sehingga terjadi proses produksi narkoba di LP narkotika,

 “Pihak penjara perlu tingkatkan sistem pengawasan dan pengamanan yang ekstra ketat,” kata Surahman.

Surahman, melanjutkan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika seharusnya menjadi pusat pembinaan dan rehabilitasi bagi para penghuninya. Dengan terungkapnya bentuk penyimpangan dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) membuat pudar imej institusi ini sebagai sarana pembinaan dan pembimbingan warga pemasyarakatan.  “Saya memandang LP telah gagal melakukan fungsi pokok tersebut,” tegas Surahman.

Jika tidak segera di lakukan perbaikan dan evaluasi system pengawasan dan pengamanan, serta pola pembinaan yang efektif, maka akan berpotensi menimbulkan ketidak percayaan masyarakat apakah seorang mantan narapidana sudah berubah menjadi sosok baru dan siap kembali ke lingkungan masyarakat.

“Saya minta adanya tindakan yang tegas jika ada oknum pegawai LP Cipinang yang terlibat dalam kasus ini, agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata Surahman.

Share this article :

Posting Komentar