Senin, 12 Agustus 2013

Home » » Mursi Didakwa Lakukan Spionase Bersama Hamas

Mursi Didakwa Lakukan Spionase Bersama Hamas

Tuduhan terhadap Mursi yang berkolaborasi dengan Hamas  sebuah absurditas lelucon

Mafaza-Online.Com | PALESTINA - Keputusan hakim Mesir yang memenjarakan presiden Muhammad Mursi selama 15 hari, dengan tuduhan melakukan aksi spionase dengan gerakan Hamas melahirkan kemarahan dari kalangan Palestina di sejumlah situs dan jejaring sosial mereka.

Aktivis dan akademisi, DR. Hasan Abu Hasyisy dalam pernyataanya mengatakan, keputusan pemenjaraan Mursi dengan tuduhan berkerja sama dengan Hamas, bukanlah perkara baru. Keputusan ini memperburuk citra si pembuat dakwaan. Ada sejumlah bukti yang mewajibkan Hamas memahaminya dan tidak menganggap enteng.

Di sisi lain, peneliti khusus masalah tawanan Fuadh Khafasy mengatakan, agenda pembicaraan dengan para pimpinan Hamas adalah terkait dengan para pemuda Palestina yang berada di penjara Israel antara 8 – 10 bulan. Point ini terkait ribuan anggota Hamas di dalamnya.

Profesor media, Muhsin asal Perancis  mengatakan, "Saya pikir pemimpin Mesir saat ini diharuskan mengontrol Gaza dan menguasainya di semua perbatasan maka dia akan hancur dengan sendirinya. Maka kemuliaan kita lebih berharga dari segala sesuatu."

Dia mengisyaratkan, sebelumnya media Mesir adalah panutan, tapi hari ini dan besok justru sebaliknya, contoh dari keterpurukan. 

Sangat jauh dari kriteria media dalam arti sebenarnya.

Disisi lain,  Muhammed Abu Rabi melihat, penggunaan istilah “spionase" dalam tudingannya terhadap Mursi dalam berinteraksi dengan "Hamas," seperti dakwaan pengadilan Mesir, menunjukkan ukuran kebencian terhadap Jalur Gaza.

Aktvisi Muhammad an-Najjar mengungkapkan kemarahannya, “Tuduhan terhadap Mursi yang berkolaborasi dengan Hamas  sebuah absurditas lelucon. Apakah harus sampai di situ kemarahan dan dekadensi dari sebuah pelecehan terhadap logika rakyat?”

Dia yakin putusan pengadilan tersebut adalah pesanan. Jika ada pesanan itu adalah pesanan Zionis dan Amerika. “Saya percaya bahwa tugas pertama dipercayakan kepadanya (pengkudeta Mursi) adalah penghancuran semua gerakan Islam, dan mereka tidak akan mampu dengan izin Allah,” tegas An-Najar.

Dari Kebencian Terhadap Israel kepada Kebencian Terhadap Palestina

Aktivis Kamal Musa menunjukkan, upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah mengubah doktrin tentara Mesir yang tadinya anti-Israel menjadi anti Palestina."

Kolomnis Abdul Bari Atwan yang tinggal di London mengatakan "Jika spionase yang dituduhkan kepada Mursi adalah sebuah kejahatan yang layak dipenjarakan, maka dirinya tidak kaget kalau banyak penangkapan terhadap Hamas dan para pejabatnya, saat mereka memasuki Mesir dan penangkapan para pemimpin Hamas yang saat ini di Kairo."

Aleg Atef Adwan berkomentar, dia tidak tahu berhubungan dengan Hamas ternyata sebuah kejahatan yang diterapkan peradilan Mesir. Padahal Mesir belum mengkriminalkan Hamas dan tidak memasukkannya dalam daftar organisasi teroris dunia.

Sedangkan kunjungan militer dan politisi Mesir ke Israel walau jelas-jelas telah membahayakan keamanan regional Mesir adalah sesuatu yang “wajar”.

“Sungguh zaman ini adalah zamanya para idiot dan kudeta tak bermoral untuk menjadikan Israel sebagai kawan dan bukan musuh negara,” kata Atef.  (asy/PIP)


SIGAP (Solidaritas Gaza Aqsha Palestina)
Bagi kaum muslimin yang ingin ikut serta dalam kebaikan ini, membantu rakyat Palestina, silakan salurkan rizki terbaiknya ke Infaq Peduli Palestina lewat SIGAP (Solidaritas Gaza Aqsha Palestina),

Transfer dana ke Rekening Bank Syariah Mandiri nomor rekening 069 703 1963.

Setelah transfer mohon konfirmasi ke 0878 7648 7687  dengan format : Nama/Alamat/ NominalDonasi/ Bank Syariah Mandiri/Tujuan: Palestina.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan antum dengan kebaikan yang lebih baik lagi.

Jazakumullah Khairan Katsira.
Share this article :

Posting Komentar