Sabtu, 31 Agustus 2013

Home » » Guru Perlu Mendapatkan Pendidikan Karakter

Guru Perlu Mendapatkan Pendidikan Karakter

Guru dan Murid (ilustrasi) | Eman Mulyatman
Kekerasan baik fisik maupun psikis tidak efektif untuk memotivasi siswa atau merubah perilaku

Mafaza-Online.Com | JAKARTA – Dunia pendidikan lagi-lagi tercoreng dari maraknya kasus kekerasan, sampai pelanggaran secara moral. Kekerasan yang  di lakukan oknum guru kepada para siswanya, menjadi pekerjaan besar bagi dunia pendidikan nasional.

Selain kekerasan fisik,kasus yang terjadi di SMAN 6 Seluma terbilang ‘aneh’ juga. Oknum guru di SMAN 6 Seluma Desa Padang Pelawi Kecamatan Sukaraja berinisial AA menantang 8 siswanya untuk berani menginjak kitab suci umat Islam al Qur’an(22/8). Sang guru bertindak seperti itu, hanya untuk mendapatkan pengakuan siswanya telah merokok di sekolah,

Kemudian kasus yang terbaru di sebuah SD 07 Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat. Sekitar 39 murid Sekolah Dasar ditampar oleh seorang guru. Bahkan beberapa korban sempat mengalami luka memar. Kejadian itu bermula saat murid tidak bisa menyebutkan salah satu Pasal dalam UUD 1945. Guru yang panik, langsung menampar siswa dengan penggaris besi, (29/8). Siswa pun melaporkan kejadian di sekolahnya kepada orang tua mereka.

Alhasil puluhan orang tua murid mendatangi SDN07 Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat. Mereka mendesak Kepala Sekolah untuk memberhentikan sang guru. Lalu melaporkan kasus penamparan murid ke Dinas Pendidikan Bekasi.

Surahman Hidayat, anggota Komisi X DPR RI, ketika di hubungi di sela-sela kunjungan kerja di Dapil Ciamis Jawa Barat, menjelaskan, Guru perlu mendapatkan pendidikan karakter. Selama ini anjuran pentingnya pengajaran pendidikan karakter lebih di tujukan kepada peserta didik. “Padahal guru juga membutuhkan pendidikan karakter,” jelasnya.

Surahman meminta Pemerintah dalam hal ini Kemdikbud RI, agar lebih memaksimalkan proses pendidikan kepada guru, dengan memberikan pembekalan yang lebih kompherensif. 

Kedepan, masih kata Surahman, para guru di Indonesia tidak hanya di berikan pembekalan tentang materi kurikulum saja. Guru harus di ajarkan tentang pengetahuan bahwa kekerasan baik fisik maupun psikis tidak efektif untuk memotivasi siswa atau merubah perilaku. 


“Malah berisiko menimbulkan trauma psikologis dan melukai harga diri siswa,” katanya.

Selain itu adanya masalah psikologis yang menyebabkan hambatan dalam mengelola emosi hingga guru yang bersangkutan menjadi lebih sensitif dan reaktif. Seperti tekanan kerja : target yang harus dipenuhi oleh guru, baik dari segi kurikulum, materi maupun prestasi yang harus dicapai siswa didiknya. Sementara kendala yang dirasakan untuk mencapai hasil yang ideal dan maksimal cukup besar.

Surahman menilai, pola pengajaran di Indonesia lebih mengedepankan faktor kepatuhan dan ketaatan pada figur otoritas. Akibatnya, pola belajar mengajar bersifat satu arah (dari guru ke murid). Implikasinya, murid kurang punya kesempatan untuk berpendapat dan berekspresi.

“Pola ini bisa berdampak negatif jika dalam diri sang guru terdapat insecurity yang berusaha di kompensasi lewat penerapan kekuasaan,” kata Surahman

Sebenarnya ini tantangan bagi Kemdikbud. Agar Muatan kurikulum 2013 tidak hanya menekankan pada kemampuan kognitif tetapi harus mampu menghadirkan kemampuan afektif. Tidak menutup kemungkinan suasana belajar jadi “kering” dan stressful. Jadinya pihak guru pun kesulitan dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik.

“Padahal mereka dituntut mencetak siswa-siswa berprestasi,” tutup Surahman.


MafazaOnline Peduli (MOP)
MOP Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam.

Mari bersinergi, Kirim bantuan melalui Bank Muamalat Norek: 020 896 7284 Atau Rekening Syariah Mandiri norek 069 703 1963. Atau BCA norek 412 1181 643 a/n Eman Mulyatman

Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama/Alamat/Jumlah/Bank/Peruntukkan (Pilih salah satu) 1. Desa Binaan 2. Motor Dai 3. Peralatan Shalat 4. Wakaf Al-Qur’an 5. Beasiswa 6. Dunia Islam

Syukran Jazakumullah Khairan Katsira


Silakan di Klik:
Mafaza Store: Herbal, Buku & Busana Muslim
Share this article :

Poskan Komentar