Kamis, 08 Agustus 2013

Home » » Dompet Dhuafa-RRI Gelar Aceh Berdzikir

Dompet Dhuafa-RRI Gelar Aceh Berdzikir

Mengusung tema “Sejuta Cinta untuk Atjeh Tengah dan Bener Meriah”, acara diikuti 1.000 pengungsi Aceh Tengah yang berasal dari 31 Desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah

Mafaza-Online.Com | ACEH TENGAH- Dompet Dhuafa dan Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar tabligh akbar bertajuk Aceh Berdizkir pada Selasa, (30/7) di Lapangan Desa Kute Gelime, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Mengusung tema “Sejuta Cinta untuk Atjeh Tengah dan Bener Meriah”, acara diikuti 1.000 pengungsi Aceh Tengah yang berasal dari 31 Desa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah di antaranya Desa Kute Gelime, Desa Sereumpah, Desa Bah, dan Desa Genting Bulan.  Acara diiisi dengan ceramah dan dzikir bersama Ustadz Muslih Azis dari Majelis Az Zikra Jakarta.

Selain media muhasabah diri, gelaran Aceh Berdizkir bertujuan juga untuk memberikan motivasi kepada para pengungsi korban gempa Aceh Tengah untuk kembali bangkit pascagempa.

Pascagempa yang terjadi sebulan lalu tersebut berdampak kepada kerusakan berbagai bangunan seperti rumah, fasilitas ibadah, dan sekolah. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di posko induk Aceh Tengah, 85 % kecamatan terkena dampak, 70 % desa di antaranya hancur, dan 2.416 orang kehilangan mata pencaharian.

Hingga saat ini, mayoritas para pengungsi kehilangan tempat tinggal karena bangunan yang rusak berat. Hal tersebut memaksa mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah di tenda pengungsian.

Acara juga dimanfaatkan untuk berdialog. Hadir dalam dialog Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Direktur Sosial Pemberdayaan Dompet Dhuafa Rini Suprihartanti, dan Direktur RRI Banda Aceh Mirza Musa. 

“Kita juga merangkul semangat kepedulian masyarakat melalui Aceh Berdzikir ini. Bahwa apa yang warga Aceh Tengah alami karena gempa ini terus menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Rini Suprihartanti,

Lebih lanjut Rini mengungkapkan, acara  juga akan diisi dengan Aksi Layan Sehat (ALS) dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh dan dialog bersama antara para stake holder di Aceh dan para pengungsi.

“Diharapkan melalui dialog tersebut bisa merumuskan apa yang dapat dilakukan ke depan pascagempa ini bersama-sama. Masyarakat dapat menyampaikan langsung apa yang mereka harapkan,” jelas Rini.

Dalam merespon bencana gempa Aceh Tengah, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan LKC Dompet Dhuafa Aceh telah menurunkan berbagai bantuan dan respon sejak hari pertama gempa terjadi. Assessment (pemetaan) dan membangun dapur umum bersama warga adalah respon awal yang dilakukan.

Selama tanggap darurat Dompet Dhuafa mendirikan posko di Desa Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Dalam bidang kesehatan, LKC telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih 500 pengungsi. Bagi anak-anak pengungsi, Dompet Dhuafa menyelengarakan Sekolah Ceria di Desa Jaluk dan Desa Genting Buleun.

“Dompet Dhuafa juga membangun masjid di Kabupaten Bener meriah dan Aceh Tengah. Sebanyak dua masjid di Bener Meriah yaitu Masjid Al Hidayah di Desa Cekal Baru dan Masjid Istiqamah di Desa Meriah Jaya. Sedangkan untuk di Aceh Tengah, Masjid Nurul Iman di Desa Tenebu, Masjid Baitul Hakim di Desa Jaluk, Masjid Darul Iman di Desa Genting Buleun,” papar Rini.

Selama masa tanggap darurat tersebut, imbuh Rini, Dompet Dhuafa juga mengadakan pelatihan kepada masyarakat Kecamatan Ketol mengenai standar bangunan aman gempa. Sebanyak 15 kepala keluarga mengikuti pelatihan tersebut.

Rencana tindak lanjut program Dompet Dhuafa di Aceh Tengah dan Bener Meriah ini yakni meliputi, WASH (Water, Air, Sanitation, Hygiene), program ekonomi, dan layanan kesehatan cuma-cuma.

Melihat situasi di lapangan di mana pengungsi yang kehilangan rumah, Dompet Dhuafa sedang mempertimbangkan untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun hunian sementara di masing-masing lahannya. Dengan demikian, aktivitas keluarga dapat terjadi di lingkungan rumah yang secara psikologis diharapkan berdampak positif terhadap pemulihan.

Yang juga dipertimbangkan Dompet Dhuafa adalah membantu mendorong aktivitas ekonomi terjadi lebih cepat pascagempa, baik dalam program ekonomi jangka pendek maupun menengah.

“Berbagai bantuan dari internasional maupun nasional sangat dinantikan saat ini,” pungkasnya.      



Share this article :

Poskan Komentar