Rabu, 03 Juli 2013

Home » » Pemerintah Harus Serius Tangani Hilirisasi Karet

Pemerintah Harus Serius Tangani Hilirisasi Karet

Hilirisasi sawit dan kakao bergerak menuju tren yang baik sementara hilirisasi  karet cenderung stagnan


MafazaOnline | JAKARTA -  Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa meminta Pemerintah agar serius menangani hilirisasi karet sebagaimana keseriusan menangani hilirisasi sawit dan kakao.  Hilirisasi sawit dan kakao bergerak menuju tren yang baik sementara hilirisasi  karet cenderung stagnan. Ekspor masih banyak dalam bentuk mentah.  Padahal ketiganya selama ini merupakan komoditas strategis kita.

”Selidiki mengapa hilirisasi karet stagnan.  Mengapa swasta seperti kurang tertarik menanamkan modal di industri hilir karet?  Setelah diketahui penyebabnya, maka buat regulasi yang bisa mendorong pertumbuhan industri hilir karet,” paparnya di Jakarta, Selasa (2/7).

Indonesia merupakan negara penghasil karet alam terbesar kedua setelah Thailand. Sekitar 85% produksi karet dalam negeri diekspor dalam bentuk karet mentah dan sekitar 14% untuk konsumsi dalam negeri. Jumlah itu masih terlalu rendah dibandingkan dengan konsumsi dalam negeri karet di Malaysia sebesar 45%.

Harga karet dunia pernah mencapai 4 dollar AS per kg.  Saat ini berada pada kisaran 2,5- 3 dollar AS per kilogram. Namun harga jual di tingkat petani di Kalimantan Selatan kini berkisar Rp. 7 ribu – Rp. 8 ribu per kg.  Bahkan sempat mencapai Rp. 4 ribu per kg.  ”Masyarakat Kab. Tanah Laut dan Tanah Bumbu di Kalimatan Selatan mengeluhkan harga yang rendah tersebut.  Penghasilan mereka minim, sementara harga-harga kebutuhan sehari-hari melambung,” ungkapnya.

Ia yakin, hal serupa dialami juga oleh petani karet di daerah lain.  Jumlah mereka terbilang besar, sekitar 2,1 juta orang yang menguasai 85 persen luas areal karet alam nasional.  Mereka ini telah memberikan kontribusi besar dalam menghasilkan devisa negara.

”Hilirisasi karet harus mendapat perhatian serius.  Keberhasilan hilirisasi karet akan berimplikasi positif pada berbagai hal, diantaranya stabilitas harga di level yang menguntungkan,” ucapnya.

”Keberhasilan hilirisasi industri kakao di dalam negeri membuat harga komoditas ini stabil di level yang cukup menguntungkan 2.400 dollar AS per ton,” ungkapnya.

Jadi, menurutnya, keberhasilan hilirisasi bisa menjaga kestabilan harga di level yang menguntungkan bagi semua pihak termasuk petani.  ”Petani bisa sejahtera,” katanya.

”Keberhasilan hilirisasi bisa mengangkat petani karet dari kemiskinan,” pungkasnya

Share this article :

Posting Komentar