Kamis, 04 Juli 2013

Home » » Kisah Buruh Pabrik Asal China yang Jadi Perempuan Terkaya Melebihi Oprah Winfrey

Kisah Buruh Pabrik Asal China yang Jadi Perempuan Terkaya Melebihi Oprah Winfrey

Zhang Xin. (CNN.com)
Saat berumur 14 tahun, Zhang Xin sudah jadi buruh pabrik. Tapi kini, kekayaannya sudah melampaui pesohor dunia sekaliber Donald Trump, Steven Spielberg, dan Oprah Winfrey


Seperti dilansir laman CNN Rabu (3/7), Zhang adalah pengusaha pengembang properti yang cukup disegani di China. Majalah Forbes menobatkannya sebagai perempuan terkaya se-China dan nomor tujuh di dunia dengan total kekayaan US$3,6 miliar atau sekitar Rp34,2 triliun.

Menurut Forbes, Zhang melampaui kekayaan selebritas Hollywood yakni Ratu Talkshow Oprah Winfrey yang memiliki US$800 juta.

Zhang berperan mengubah wilayah pinggiran di China menjadi lebih modern dengan logo perusahaannya, SOHO. Gedung-gedung di Beijing sebagian besar proyek perempuan 47 tahun ini.

SOHO telah membangun gedung-gedung dan properti yang ikonik di Beijing. Zhang mengekspansi ke Shanghai  dengan hasil kerja 11 proyek properti.

“Saya lahir dan tumbuh ketika kota sangat tenang. Tidak ada mobil, toko-toko, lampu-lampu, mesin-mesin. Orang-orang waktu itu hanya naik sepeda,” ungkap perempuan kelahiran Beijing sebelum masa revolusi Mao Zedong itu.

Ia lahir di keluarga yang miskin. Saat umur 14 tahun, Zhang ikut ibunya ke Hong Kong untuk bekerja jadi buruh pabrik. Selama lima tahun Zhang dibayar murah dari pabrik mainan, garmen, dan elektronik. Tapi keduanya ulet dan terus menabung sehingga Zhang bisa kuliah di London, Inggris.

“Sebagai imigran baru di Hong Kong dan tidak berpendidikan, kami tidak bisa berbicara dengan dialek lokal. Waktu itu adalah masa-masa sulit bagi kami,” ungkap Zhang.

Lima tahun bekerja keras, Zhang akhirnya berangkat ke London melalui beasiswa pendidikan bidang ekonomi. Lulus dengan gelar master di Universitas Cambridge, Zhang bekerja di Goldman Sachs New York.

Tak lama menimba pengalaman bekerja di Wall Street, Zhang pulang kampung. Di Beijing lalu ia bertemu suaminya, Pan Shiyi, dan memulai bisnis properti hingga mendirikan perusahaan SOHO pada 1995.

“Saya merasa negara ini benar-benar akan bertransisi, dan saya mau menjadi bagian dari perubahan ini,” katanya.

Kini SOHO menjadi pengembang properti terbesar di China. Mempunyai 56 juta kaki persegi properti strategis di Beijing dan Shanghai. (Vina/Ipotnews )

Share this article :

Poskan Komentar