Senin, 15 Juli 2013

Home » » ICW: Citra DPR Kian Anjlok Gara-gara Priyo Budi

ICW: Citra DPR Kian Anjlok Gara-gara Priyo Budi

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso. (Tempo/Tony Hartawan)
Ini tidak jelas, dia mewakili siapa? Rakyat atau koruptor

MafazaOnline | JAKARTA - Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, mengecam tindakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Priyo Budi Santoso yang mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meneruskan permintaan ratusan koruptor mengenai revisi Peraturan Pemerintah tentang Remisi.

Emerson menganggap upaya Priyo itu merusak citra DPR. "DPR saat ini disorot karena kasus-kasus seperti pemborosan anggaran. Sekarang citra DPR makin merosot di masyarakat karena tindakan Priyo membela koruptor," katanya saat dihubungi Tempo, Ahad malam, 14 Juli 2013. Dengan kasus ini, kata Emerson, masyarakat bisa menilai DPR berpihak kepada koruptor.

Emerson mempertanyakan Priyo yang tidak mendukung semangat pemberantasan korupsi. "Ini tidak jelas, dia mewakili siapa? Rakyat atau koruptor," ujarnya. Ia menganggap janggal perilaku Priyo ini karena surat itu disampaikan setelah dia mengunjungi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Khusus Koruptor di Sukamiskin, Bandung. "Ada terpidana yang separtai dengan Priyo di sana, Partai Golkar. Ini bias kepentingan."

Sebelumnya, sebanyak 109 terpidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin mengadu kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Para terpidana ini mengaku dirugikan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Saya menerima surat yang ditujukan ke pimpinan Komisi Hukum maupun dari masyarakat pengadu," kata Priyo. Surat tertanggal 7 Februari 2013 ini ditandatangani oleh sembilan orang, di antaranya bekas Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, bekas Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamudin, dan Haposan Hutagalung. "Mereka menyampaikan permohonan pelindungan hukum."

Priyo menyatakan, sebagai pimpinan dia meneruskan surat ini kepada Komisi Hukum DPR. Selain itu, dia juga meneruskan surat ini kepada Presiden Yudhoyono dengan tembusan instansi terkait agar bisa dicarikan solusi atas permasalahan tersebut. "Bola sekarang terserah Presiden," kata politikus Partai Golkar ini. (TEMPO.CO)

IFTAR Infaq Taawun Ramadhan MafazaOnline Peduli
Bagi Kaum Muslimin dan Muslimat yang ingin mengirimkan dana Infaq Taawun Ramadhan untuk Berbuka, Sahur dan berbagi bersama bersama saudara-saudara kita di sekitar Gunung Merapi yang rawan pemurtadan, mari bersinergi. Kirim bantuan melalui

Bank Muamalat Norek: 020 896 7284 Bank Syariah Mandiri norek 069 703 1963 BCA norek 412 1181 643 a/n Eman Mulyatman Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama.../Alamat.../Jumlah.../Bank.../Peruntukkan Ramadhan

Maaf kami tidak terkait dengan Ormas atau Orpol manapun!

Laporan akan dimuat di situs www.mafaza-online.com

Share this article :

Posting Komentar