Sabtu, 27 Juli 2013

Home » » Guru Muslim di Filipina Dilarang Pakai Jilbab

Guru Muslim di Filipina Dilarang Pakai Jilbab

Hijab tidak membatasi aktivitas, tetap gaya, trendy dan berprestasi | DOK. WORLD MUSLIMAH BEAUTY
Ternyata tidak hanya Prancis yang mengeluarkan larangan pemakaian jilbab. Filipina juga mengeluarkan larangan serupa

Mafaza-Online.com | FILIPINA - Larangan berjilbab
diberlakukan bagi tenaga pengajar wanita di Filpina. Namun untuk menangkis kritik, Pemerintah Filipina mengatakan perintah itu tidak diwajibkan.

"Perintah untuk melepas kerudung bagi guru Muslim di Filipina itu tidak diwajibkan. Hal ini juga bukan merupakan suatu pembatasan dalam beribadah," ujar Menteri Pendidikan Filipina Armin Luistro, seperti dikutip okezone dari The Straits Times, Kamis (25/7/2013).

Luistro membantah keras mengenai aturan kontroversial itu. Bahkan dia mendorong penggunaan jilbab khususnya di Filipina selatan yang sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam.

"Saya akan jelaskan, bahwa Kementerian Pendidikan Filipina tidak bermaksud untuk melakukan pelarangan hak beribadah dari guru-gru Muslim di sini," tegasnya.

Luistro menambahkanbahwa kebijakan itu hanyalah "imbauan" bukanlah suatu "perintah".

Imbauan ini adalah bagian dari upaya memperbaiki hubungan antara para guru dan murid-muridnya.

Menteri Pendidikan Filipina Armin Luistro mengatakan, langkah itu adalah bagian dari upaya reformasi untuk menciptakan sekolah yang lebih sensitif terhadap agama.

Para pelajar dan mahasiswi Muslim tetap diperkenankan mengenakan hijab di sekolah atau kampus, termasuk pakaian ”yang pantas” saat mengikuti pelajaran olahraga.

Namun, bagi guru yang kebetulan beragama Islam diharapkan tidak mengenakan hijab atau jilbabnya di dalam kelas sehingga mereka bisa berinteraksi lebih baik dengan para muridnya.

”Saat guru berada di ruang kelas, dia diminta melepas jilbabnya,” demikian isi perintah Kementerian Pendidikan itu.

”Dengan melepas jilbab, murid akan lebih mengenal gurunya dan mendekatkan hubungan guru-murid yang lebih baik,” tambah perintah itu.

”Dengan bisa melihat wajah guru dengan lebih jelas, hal itu akan sangat membantu dalam pelajaran bahasa, di mana bentuk bibir memainkan peran penting dalam melafalkan huruf dan kata tertentu,” masih isi perintah tersebut.

Kantor Kementerian Urusan Muslim mengatakan setuju dengan pertimbangan departemen pendidikan itu tapi mereka belum menerima surat perintah itu.

Penasihat kantor kementerian Roque Morales mengatakan dia tidak tahu berapa banyak guru muslimah di Filipina. Kebanyakan guru muslimah itu berada di Filipina selatan.

Dia mengatakan kantornya sejauh ini belum menerima penolakan dari guru muslim.



Share this article :

Poskan Komentar