Jumat, 26 Juli 2013

Home » » Divisi Konstruksi MER-C Supervisi Pembangunan RS di Galela

Divisi Konstruksi MER-C Supervisi Pembangunan RS di Galela


Walaupun proses pembangunan sudah masuk tahun ketiga, MER-C tetap berkomitmen akan menyelesaikan 


mafaza-online.com | MALUKU Senin (22/7), Tim Divisi Konstruksi MER-C yang terdiri dari 4 relawan bertolak ke Galela, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan RS MER-C di wilayah ini. Setelah melalui perjalanan 3,5 jam dari Jakarta ke Ternate, akhirnya Tim MER-C tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Tim disambut oleh Dzulkifli, seorang relawan yang sehari-hari bertugas di Klinik BNI - MER-C di Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara.

Perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Pelabuhan yang berjarak setengah jam dari bandara. Sampai di Pelabuhan Kota Baru, Tim harus naik speedboat untuk menuju ke Sofifi. Sekitar setengah jam di atas speedboat tibalah Tim di Pelabuhan kecil di Sofifi. Untuk mencapai Galela, masih dibutuhkan perjalanan darat sekitar 4 jam lagi dari Sofifi.

Setibanya di Posko Klinik BNI - MER-C di Galela, tim langsung melakukan peninjauan lokasi RS Galela yang terletak tepat di sebelah klinik tersebut. Tampak para pekerja yang masih mengerjakan pekerjaan atap sedang melaksanakan tugasnya. Sekitar 80% pekerjaan atap RS Galela selesai dan ditargetkan akan selesai pada tanggal 3 Agustus 2013.

Pemasangan atap rangka baja ringan yang didatangkan khusus dari Jakarta ini sedikit mengalami keterlambatan satu pekan karena proses bongkar muat di Pelabuhan Ternate. Namun, para pekerja tetap bertekad akan menyelesaikannya tepat waktu sesuai dengan yang telah direncanakan.

Sedikit informasi, pembangunan RS Galela berawal dari sambutan positif masyarakat terhadap program Klinik Sosial yang diadakan BNI – MER-C sejak 2006 di Galela. Kemudian, salah satu warga mewakafkan tanahnya seluas 4.000 m2 yang berada tepat di samping klinik dengan harapan MER-C dapat memfasilitasi pembangunan Rumah Sakit di wilayah mereka. Satu lagi amanah diterima oleh MER-C.

 Tim relawan dari Divisi Konstruksi dan Tim Dokter MER-C kemudian membuat rencana denah Rumah Sakit. Disain RS pun dibuat dan penggalangan dana bersama MER-C dan masyarakat lokal pun dilakukan. Dengan donasi yang masuk baik dalam bentuk dana maupun barang, RS di Galela dibangun secara bertahap.

Malam harinya, Tim berkesempatan berbuka puasa bersama dengan para pejabat dari Kabupaten Halmahera Utara. Hadir pada acara ini Wakil Bupati Halmahera Utara (Dr. Rusman Sulaiman), beserta beberapa Kepala Dinas dari Kabupaten Halmahera Utara. Hadir pula Ketua Pembangunan RS Galela yang juga mantan Wakil Bupati (H. Arifin Neka), Tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar yang berjumlah sekitar 70 orang.

Acara dimulai dengan buka puasa bersama, lalu shalat Maghrib dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama diberikan oleh Tim MER-C yang diwakili oleh Ir. Faried Thalib selaku Ketua Divisi Konstruksi MER-C. Dalam sambutannya, Ir. Faried Thalib menyatakan bahwa walaupun proses pembangunan sudah masuk tahun ketiga, MER-C tetap berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan RS Galela ini. Faried juga menyampaikan bahwa sebagian besar energi MER-C memang sedang terfokuskan pada proses pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Gaza.

Namun, MER-C akan terus berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS di Galela ini. Untuk itu, beliau sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak di Indonesia dan Galela khususnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pembangunan RS Galela, H Arifin Neka, yang menyampaikan bahwa meskipun banyak yang mencibir, RS Galela akan terus diperjuangkan hingga selesai. Lebih lanjut H. Arifin menyatakan bahwa Tim Pusat dan Lokal merencanakan untuk menyelesaikan terlebih dahulu bagian depan RS sehingga bisa mulai dimanfaatkan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustadz Drs. Marjan Haji Muhammad yang menekankan untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan terutama membantu selesainya RS Galela yang sangat dbutuhkan oleh masayarakat Galela.

Usai acara, Ketua Panitia menyampaikan bahwa baru saja beliau menerima SMS dari seseorang yang akan menyumbang keramik untuk RS Galela. Acara kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah dan sholat tarawih di lokasi RS Galela yang dipimpin oleh ust Drs. Marjan Haji Muhammad.

Esok harinya, Tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan survai material keramik. Survai dilakukan ke Pasar Tobelo yang berjarak 27 km dari RS Galela. Alhamdulillah material keramik yang diperlukan cukup dan tersedia di pasar lokal. Harga permeter keramik ukuran 40 x 40 di Pasar Tobelo sebesar Rp. 70.000 - 75.000, sehingga untuk RS Galela yang luasnya 2800 m2, dibutuhkan dana mencapai Rp 210 juta untuk lantai saja.

Selain pekerjaan lantai, pekerjaan yang masih belum selesai adalah finishing berupa plaster dan pengecatan, Mekanikal Elektrikal, dan landscaping. Total dana yang masih dibutuhkan hingga selesainya Rumah sakit Galela ini mencapai Rp 2 Milyar diluar alat kesehatan.

Mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk segera berdirinya RS di wilayah timur Indonesia yang mempunyai sejarah kelam akibat konflik horizontal ini. Keberadaan RS Galela yang merupakan RS yang dibangun atas swadaya masyarakat secara khusus akan memberikan dampak kuat untuk persatuan dan keutuhan NKRI.

Bantuan untuk Pembangunan RS MER-C di Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara dapat disalurkan melalui:

BNI, Cabang Salemba, No. Rek. 0140600983

a/n. Medical Emergency Rescue Committee
Share this article :

Poskan Komentar