Jumat, 12 Juli 2013

Home » » Di Balik Pertemuan Mursi dan Tujuh Senator Amerika

Di Balik Pertemuan Mursi dan Tujuh Senator Amerika

Akhirnya Senator McCain mengatakan kepada anak buahnya, ‘OK, kita sudah mendesaknya sekeras mungkin dalam batas diplomasi

MafazaOnline|MESIR- Awal tahun ini, pada Januari lalu di Kairo, tujuh senator Amerika mengadakan pertemuan yang sangat kontroversial dengan Presiden Mesir Muhammad Mursi. Pertemuan ini diam-diam dan tak banyak yang tahu. Apa pasal? Disinyalir, ini karena sebelumnya Mursi secara gamblang menyatakan bahwa ia merupakan korban media Amerika yang dijalankan oleh orang-orang Yahudi.

Para senator itu adalah John McCain—sebagai pemimpinnya, Chris Coons, Kelly Ayotte, Lindsey Graham, Sheldon Whitehouse, Richard Blumenthal, dan Kirsten Gilibrand. Mereka “berbincang” dengan Mursi selama 90 menit dengan penekanan; apa maksud Presiden Mesir itu mengeluarkan komentar yang menggambarkan Yahudi sebagai “Pengisap darah yang menyerang Palestina” serta “Keturunan kera dan babi. ”

Setelah pertemuan itu, McCain mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa senator “Menyuarakan ketidaksetujuan atas pernyataan itu” dan bahwa senator dan Mursi “Sudah melakukan diskusi yang konstruktif mengenai hal ini.”

Juru bicara Mursi sendiri, dengan suara parau, langsung mengeluarkan pernyataan setelah pertemuan mengatakan bahwa Mursi percaya kebebasan beragama dan “kebutuhan untuk membedakan antara agama Yahudi, dan mereka yang menjadi anggotanya, dan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina yang tak berdaya.”

Tapi di dalam pertemuan tersebut, menurut Coons, diskusi ini berlangsung jauh lebih panas dibanding pengakuan kedua belah pihak. Para senator Amerika ini sengaja datang—mungkin lebih tepat menyatroni—Mursi hanya untuk membahas hal ini sebagai salah satu agenda, dan diskusi sama sekali tidak berjalan dengan baik, katanya kepada The Cable dalam sebuah wawancara.

“Kami mencoba untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Mursi —sekarang ia adalah presiden—dalam memberikan komentar,” kata Coons. “Ini adalah sebuah percakapan yang sulit.”

Mursi sendiri mengatakan kepada senator bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan rasa hormat terhadap Kristen dan Yahudi, dan ia menegaskan berulang kali bahwa dia tidak memiliki pandangan negatif tentang agama Yahudi atau orang Yahudi, tetapi kemudian diikuti dengan cacian tentang Israel dan tindakan Zionis terhadap warga Palestina, khususnya di Gaza .

Dan masih menurut Coons, ada sebuah pernyataan Mursi yang melewati batas dan membuat komentar yang membuat senator secara fisik menahan diri di kursi mereka shock, Coons kata.

“Dia berusaha untuk menjelaskan dirinya sendiri, kemudian dia berkata, ‘Well, saya pikir kita semua tahu bahwa media di Amerika Serikat telah membuat kesepakatan besar dan kita tahu media di Amerika Serikat dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan tertentu dan mereka tidak melihat saya sebagai seseorang yang berpikir positif,’” kata Coons.

Coons kemudian bertanya jika kekuatan khusus yang dimaksud Mursi adalah Yahudi, dan Coons mengatakan semua senator percaya implikasinya sudah sangat jelas.

“Dia tidak mengatakan [orang Yahudi], tapi saya menyaksikan para senator lain secara fisik berkesimpulan sama, seperti saya,” katanya. “Saya pikir tidak mungkin menarik kesimpulan lain.”

“Pertemuan itu kemudian berjalan sangat negatif untuk beberapa waktu. Sehingga kami tidak bisa melanjutkannya,” kata Coons.

Beberapa senator sendiri tidak bisa menyembunyikan betapa terkesannya mereka pada Mursi namun pernyataan Mursi di tahun 2010 itu bahkan berpotensi lebih offensif.

“Akhirnya Senator McCain mengatakan kepada anak buahnya, ‘OK, kita sudah mendesaknya sekeras mungkin dalam batas diplomasi,’” kata Coons. “Kami kemudian melanjutkan berbagai macam topik lainnya.”

Namun, para senator Amerika ini juga tidak hanya menggelar pertemuan dengan Mursi seorang. Salah satunya adalah dengan Muhamad ElBaradei yang memelopori gerakan sekuler di Mesir saat ini.

Coons menekankan bahwa sisa pertemuan itu konstruktif dan pertemuan Mursi hanya satu komponen dari kunjungan ke Kairo yang mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Muhamed Hisyam Qandil, Menteri Pertahanan Abdel Fatah Al-Sisi, dan politik oposisi pemimpin termasuk Amr Mussa dan Muhammad ElBaradei.

Di ujung, Coons menyatakan, “Saya menghargai bahwa ia menghormati dan memahami betapa pentingnya hubungan AS-Mesir, tapi jelas ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum kita dapat merasa nyaman bahwa ia menghormati nilai-nilai Amerika. Membangun hubungan yang positif ke depan adalah penting dan itu juga untuk kepentingan nasional Amerika, tapi kami juga tidak bisa berdiam diri dan menoleransi kefanatikan dan kebencian oleh para pemimpin asing.” [sa/islampos/fp]

IFTAR Infaq Taawun Ramadhan 1434 H

MafazaOnline Peduli Bagi Kaum Muslimin dan Muslimat yang ingin mengirimkan dana IFTAR Infaq Taawun Ramadhan untuk Berbuka, Sahur dan berbagi bersama saudara-saudara kita di sekitar Gunung Merapi-Merbabu yang rawan pemurtadan, mari bersinergi. Kirim bantuan melalui

Bank Muamalat Norek: 020 896 7284 Bank Syariah Mandiri norek 069 703 1963 BCA norek 412 1181 643 a/n Eman Mulyatman Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama.../Alamat.../Jumlah.../Bank.../Peruntukkan Ramadhan
Share this article :

Poskan Komentar