Minggu, 09 Juni 2013

Home » » Sambut Ramadhan, Penjualan Perlengkapan Shalat Meningkat Tajam

Sambut Ramadhan, Penjualan Perlengkapan Shalat Meningkat Tajam

Harga di Thamrin City Lantai 5 sangat murah, karena persaingan yang tajam, selisih sedikit saja pelanggan bisa melayang


MafazaOnline-JAKARTA-Ramadhan masih sekitar satu bulan lagi, kaum muslimin  mempersiapkan kedatangan bulan penuh berkah ini. Tak heran bila siklus ini dimanfaatkan tak hanya oleh mereka aktivis masjid tapi juga  pedagang.  Ramadhan selalu dijadikan momen untuk menangguk untung oleh pedagang di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5 Tanah Abang Jakarta Pusat.

Perlangkapan shalat merupakan Komoditi yang laris manis jelang Ramadhan. Kain sarung, kopiah, baju koko, mukena, dan sajadah merupakan barang-barang yang paling diburu. Tak heran bila kesibukan meningkat. Pemandangan itulah yang saat ini terlihat di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5 Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Seperti cerita salah seorang pedagang perlengkapan shalat, Uun Parlina yang ditemui, Rabu (22/05/2013), mengakui jika penjualan barang dagangannya meningkat menjelang Ramadhan tahun ini. "Omzetnya naik berlipat, bisa ratusan juta," jelas Uun.

Lebih lanjut Uun menjelaskan, customer yang datang ke Thamrin City lantai 5 ini tidak melulu dari Jakarta, tapi juga dari luar pulau. Bahkan menyeberang antarnegara. Mereka datang sendiri dan melalui online. “Atau ketika di share lewat blackberry messenger mereka langsung respon,” jelasnya.

Menurut Uun, yang saat ini sedang tren adalah sajadah, kain sarung, dan mukena untuk anak-anak yang dilengkapi bordiran gambar-gambar tokoh film kartun, seperti Superman, Batman atau Spiderman. "Kami mendesain itu agar anak-anak mau bersemangat untuk shalat," lanjut Uun yang tak pernah berhenti berkreasi.


Masih di Lantai 5 tapi kios yang berbeda, Rubiatun dan Bennie Putra, pemilik Arezzo Fashion menjual busana muslim bahan jersey baik secara grosir maupun eceran. Rubiatun mengaku baru dua bulan berdagang di Thamrin City Lantai 5 Blok A20. Sebelumnya dia menjalani usaha rumahan. Rubiataun membeli bahan dan untuk menjahit diorder ke konveksi (tukang jahit). “Kalau menjahit sendiri, tidak terkejar targetnya apalagi saat menghadapi Ramadhan,“ kata Rubiatun


Ada berbagai jenis pakaian wanita yang dipajang di kios Rubiatun, seperti Kulot, Manset dan Blues. untuk rok grosiran dipatok hanya Rp. 55.-000-65.000 an. Rubiatun harus jeli memantau harga, baik lewat taman maupun pembeli yang datang. Ada seilisih sedikit saja pelanggan bisa melayang. “Jual dengan harga terjangkau. Kalau mahal nanti tidak laku,” katanya.

Rubiatun menjelaskan, persaingan sangat tajam selain tidak berani memainkan harga Model pun begitu harus selalu update. Perputaran mode pakaian biasanya sepekan sekali. Sekarang ini di paruh awal 2013 menurutnya sedang tren motif bunga klasik. Untuk membuat mode  terbaru, Rubiatun kerap terinspirasi dari artis sinetron. Nama jilbab dan busana pun mengikuti tokoh atau judul sinetron. “Atau dibuat sendiri seperti Antem alias anti tembem,” katanya diiringi derai tawa.  

Pelanggan Rubiatun kebanyakan dari daerah, seperti Jambi dan Kalimantan. “Saya biasanya update foto mode terbaru lewat bbm, Alhamdulillah pasarnya cepat. Jersey kembang memang banyak peminatnya,” kata Ibu asal Kalimantan ini

Pagi-pagi sekitar Pukul 08 Rubiatun sudah membuka kiosnya. Apalagi setiap Senin-Kamis kesibukannya bertambah Subuh dia sudah harus berada di kiosnya. Meski mengakui persaingan sangat tajam Rubiatun menjalani dengan gembira, “Rezeki gak kemana, jalani saja,” kata Ibu yang murah senyum ini.


Share this article :

Poskan Komentar