Sabtu, 15 Juni 2013

Home » » Ihwal Ketidakhadiran Mensos di Istana

Ihwal Ketidakhadiran Mensos di Istana

Tahun lalu, Mensos menghadiri acara serupa dan mendapat apresiasi. "Karena realisasi anggaran Kemsos di atas rata-rata nasional


MafazaOnline-JAKARTA-Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang kehumasan, Sapto Waluyo, meluruskan berita tentang ketidakhadiran Mensos Salim Segaf al Jufri ke Istana Negara, Rabu siang, dalam acara penyerahan hasil audit BPK atas laporan keuangan Pemerintah.

"Mensos mendapat undangan Selasa malam, tapi sudah ada jadwal ke luar kota sejak Rabu pagi. Beliau minta izin melalui Mensesneg, apa boleh diwakilkan. Akhirnya diutus Sekjen dan Irjen Kemensos untuk mewakili. Beberapa menteri lain juga tak hadir karena ada kesibukan yang tak bisa digantikan," ujar Sapto.

Tahun lalu, Mensos menghadiri acara serupa dan mendapat apresiasi. "Karena realisasi anggaran Kemsos di atas rata-rata nasional. Ada 6 Kementerian yang mendapat apresiasi khusus. Disamping itu, status laporan keuangan Kemsos tahun 2011 dinyatakan BPK sebagai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Itu merupakan prestasi tersendiri, karena sudah 4 tahun berturut-turut hanya WDP," jelas Sapto.

Irjen Kemsos, Harun Ak. menjelaskan, "Saat ini, laporan keuangan Kemsos tahun 2012 juga dinyatakan WTP, alhamdulillah. Kami belum dapat hasil pemeriksaan resmi, tapi BPK sudah mengumumkan simpulan audit di websitenya. Masyarakat bisa mengaksesnya," ungkap Irjen yang ikut hadir di Istana.

Tidak hanya menata keuangan dan program, Kemsos juga melakukan agenda reformasi birokrasi secara sistematis. "Kami sudah menggalang kesepahaman dengan KPK dan Komisi Ombudsman Nasional untuk memulai zona integritas dan bebas korupsi. Selain itu, kami berkoordinasi dengan Kemen PAN dan) untuk menjalankan 9 agenda reformasi birokrasi secara konsisten," papar Irjen.

Kemsos berharap dukungan dan pengawasan masyarakat akan meningkatkan kinerja, karena tugas ke depan lebih berat.



Share this article :

Poskan Komentar