Senin, 13 Mei 2013

Home » » LPI: Rizal Ramli Sosok Presiden Paling Ideal

LPI: Rizal Ramli Sosok Presiden Paling Ideal

MafazaOnline-JAKARTA-Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, DR Rizal Ramli, menjadi calon presiden paling mendekati sosok ideal 2014. Dia dianggap memenuhi kriteria pemimpin yang dibutuhkan Indonesia ke depan, yaitu nasionalis, bersih dari KKN, cerdas, tegas, dan merakyat.
Demikian hasil survei yang dirilis Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) berjudul Hitam Putih Capres 2014; Siapa Pantas Siapa Tidak? di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (9/5). Menurut survei itu, Rizal Ramli bersama Soetijoso dan Mahfud MD masuk kategori paling mendekati sosok ideal, dengan skor masing-masing 1,0. Sebagai informasi, LPI menggunakan skor 1 sebagai terbaik, dan 0 untuk terburuk.

Di bawah mereka bertiga, ada Megawati (0.94), Prabowo (0.88), Irman Gusman (0.88), dan Marzuki Alie (0.88). Menurut LPI, sedikit menjauh dari sosok ideal, ada Wiranto (0.75) dan Gita Wirjawan (0.75). Sedangkan yang paling jauh dari sosok presiden ideal adalah Aburizal Bakrie (0.31) dan Sri Mulyani (0.44).

“Capres veris LPI harus punya orang yang memiliki ideologi yang jelas dan kuat, punya kecerdasan memahami situasi (masyarakat) dan segala persoalannya, serta berempati dengan yang dipimpin. Dia juga harus mampu menyiapkan peta jalan yang jelas menuju cita-cita bersama,  serta menuntun bangsa di jalan yang ditetapkan menuju tujuan bersama,” ujar Direktur LPI, Boni Hargens.

Selain itu, lanjut dia, dari aspek track record pemimpin harus berprestasi di bidangnya, bersih dari korupsi, bebas dari kejahatan berskala besar seperti kejahatan kemanusiaan (gross violation against human rights), dan tindak pidana lain yang punya keputusan hukum tetap dari peradilan. Sedangkan dari aspek latar belakang sosial ekonomi, pemimpin bukan dari kelas konglemerat. Sementara dari aspek kepribadian (personality), LPI mengharuskan pemimpin yang cerdas, tegas, dan merakyat.

Rizal Ramli sendiri yang hadir pada diskusi tersebut, menyatakan bersyukur masuk dalam kategori sosok capres yang paling ideal. Dia juga mengapresiasi upaya LPI untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat tentang tipe dan persyaratan presiden yang ideal.

“Selama ini rakyat kita dininabobokan dengan dogma, bahwa pemimpin harus popular. Ini salah besar. Indonesia membutuhkan pemimpin yang punya visi, berkarakter kuat, dan kompeten dalam menyelesaikan berbagain persoalan bangsa. Sedangkan popular adalah kriteria terakhir yang ditambahkan. Kalau kriteria popular dinomorsatukan, Soekarno, Hatta, dan Syahrir pasti kalah ikut Pilpres karena tidak mampu bayar iklan, spanduk, dan sebagainya. Saya sangat menghargai upaya bung Boni dengan LPI-nya, yang mau memberikan pendidikan politik secara benar kepada rakyat Indonesia,” papar Menteri Keuangan di era Gus Dur yang sebelumnya dinobatkan sebagai presiden alternartif versi The President Center ini.

Rizal Ramli menambahkan, visi adalah syarat mutlak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Soekarno waktu itu sangat disegani Asia bahkan dunia, karena visinya jelas dan karakternya kuat yang antara lain tampak dari Gerakan Non Blok-nya. Di Maroko ada jalan Soekarno. Begitu juga di New York, tukang taksi kenal dengan Soekarno. Demikian pula dengan sejumlah tokoh lain seperti Gandhi terkenal dengan gerakan non violence-nya.

Boni menyatakan, ada yang salah dengan sistem demokrasi yang dikembangkan para elit. “Bagaimana mungkin negara dengan 240 juta penduduk, hingga kini tidak juga memiliki pemimpin ideal? Kita mengalami krisis kepempinan. Pasti ada yang salah dalam sistem ini,” tukasnya.

Nasi Jagung Manglie: Solusi untuk Penderita Diabetes  
Share this article :

Poskan Komentar