Kamis, 23 Mei 2013

Home » » Laporan BSMI, Tiada Hari Tanpa Darah Di UGD RS Aleppo

Laporan BSMI, Tiada Hari Tanpa Darah Di UGD RS Aleppo

“Sepanjang hari yang saya amati, tak pernah lantai UGD bersih dari darah.”
MafazaOnline-SURIAH-Konflik Suriah terus berkecamuk konflik ini menyisakan luka dan duka mendalam. Apalagi akses masuk sangat sulit. Di tengah sengitnya peperangan yang tidak mempedulikan orang asing dan bantuan dari luar, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) berhasil menembus masuk ke Suriah.

Tim kemanusiaan BSMI yang terdiri dari dr. Aronica, perawat Novi Suryono, dan diketuai oleh M Rudi memang baru saja kembali dari Suriah setelah berhasil menembus Aleppo.

“Sepanjang hari yang saya amati, tak pernah lantai UGD bersih dari darah”, demikian kesaksian dr Aronica Tounso.

Yang diceritakan oleh Aronica adalah situasi di rumah sakit Zarzour, Aleppo, Suriah.   

Di Aleppo, kru BSMI tinggal di dalam rumah sakit, mengingat situasi di dalam kota itu sangat genting.  Beberapa kali dinding rumah sakit bergetar dikarenakan ledakan bom dalam jarak dekat. 

“Setelah terdengar ledakan bom, dapat dipastikan tak lama kemudian rumah sakit akan dipenuhi oleh para korban bom yang dibawa oleh kerabatnya”, ujar Muhammad Rudi yang juga sekjen BSMI.  

Dalam kesempatan itu, BSMI menyerahkan bantuan dana dan obat-obatan serta alat kesehatan kepada pihak rumah sakit.  Bantuan tersebut diterima dengan penuh rasa syukur mengingat kebutuhan alat-alat medis sangat besar di rumah sakit tersebut.

Sebagai gambaran, kebutuhan alat fiksasi eksternal - alat khusus yang  digunakan dalam penyembuhan patah tulang - bisa mencapai lebih dari 100 buah per bulannya.

Begitu meninggalkan Aleppo, tim BSMI menuju ke kamp pengungsian Al Karomah di Hatakay. Ribuan warga tinggal di dalam tenda-tenda bersanitasi buruk.  Pasokan air bersih yang sangat terbatas serta sistem pembuangan limbah yang tidak memadai membuat banyak warga terserang penyakit. 

Karenanya, setelah tim BSMI berhasil mengoperasikan sebuah klinik untuk melayani para pengungsi, kontan saja setiap hari berderet-deret orang yang berobat.  Tak ayal, obat-obat bawaan BSMI sebanyak 15 koper pun habis terpakai.

“Penyakit yang diderita mayoritas adalah infeksi saluran nafas dan diare”, tutur pak Novi, perawat relawan BSMI asal Lampung.   

Uniknya, disamping melayani para pengungsi yang berobat, BSMI masih sempat menyelenggarakan khitanan massal bagi anak-anak pengungsi.  Dengan menggunakan alat klamp khusus untuk khitan yang cepat dan tanpa jahitan, total ada 36 anak pengungsi yang dikhitan oleh dokter BSMI.

Kepada para dermawan yang ingin membantu para pengungsi di Suriah silakan mengirimkan donasi melalui BNI Syariah cabang Cililitan, no rekening 0260.260.007 atau BCA Syariah cabang Jatinegara, no rekening 001.0806.001, kesemuanya atas nama Bulan Sabit Merah Indonesia.  (nin)   

 
Share this article :

Poskan Komentar