Sabtu, 01 Juni 2013

Home » » Kenaikkan BBM Akibat Kesalahan Pemerintah Mengelola Keuangan Negara

Kenaikkan BBM Akibat Kesalahan Pemerintah Mengelola Keuangan Negara

Pemerintah ditahun-tahun sebelumnya tidak match antara penerimaan tidak berbanding dengan pengeluaran Negara

MafazaOnline-JAKARTA-Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam  menyatakan bahwa dalam postur RAPBNP 2013 total belanja Negara mengalami peningkatan sebesar 46 Trilliun diakibatkan karena kesalahan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

“Kesalahannya karena pemerintah tidak mampu mengalokasikan secara berkelanjutan  kekurangan bayar subsidi BBM. Kekurangan bayar tahun 2010 sampai tahun 2012 dibebankan dalam tahun anggaran 2013. Ini merupakan bentuk ketidak adilan pengelolaan anggaran., “kata Ecky di DPR, Jum'at (31/5)

Ecky menyatakan, jumlah yang harus ditanggung akibat kurang bayar subsidi pada RAPBNP 2013 sebesar 36.9 Triliun yang terdiri untuk kurang bayar subsidi BBM sebesar 16.1 Trilliun, kurang bayar subsidi listrik 19.1 trilliun dan kurang bayar subsidi pupuk sebesar 1.7 trilliun.

"Pemerintah ditahun-tahun sebelumnya tidak match antara penerimaan tidak berbanding dengan pengeluaran Negara. Sehingga melakukan ketidakadilan terhadap pengelolaan keuangan negara dengan membebankan belanja tahun-tahun sebelumnya pada RAPBNP 2013. Ini merupakan kesalahan pemerintah dalam pengelolaan keuangan Negara,’ujar Ecky.

Karena itu, Ecky mendesak pemeritah mengambil tanggung jawab pengelolaan subsidi migas. Menurut Ecky, Pemerintah harus lebih kreatif dalam memberikan alternatif-alternatif lain untuk tidak menaikkan harga BBM. Agar pemerintah tidak melakukan pengulangan kesalahan yang disengaja.

"Salah satu alternatif adalah dengan asumsi penerimaan menurun tetapi belanja konstan sesungguhnya kenaikkan BBM dapat dihindari. Asumsi 30 trilyun yang digunakan sebagai pengurang subsidi dapat ditutup melaui SAL. Namun tetap harus diseimbangkan agar defisit tetap terjaga dibawah 3 persen. Kalaupun itu harus terkoreksi maka belanja KL harus menurun sebanyak 30 trilyun,” tutup Ecky.

Share this article :

Poskan Komentar