Sabtu, 25 Mei 2013

Home » » Gereja Protestan Terbesar Di Kanada Boikot Produk Zionis Israel

Gereja Protestan Terbesar Di Kanada Boikot Produk Zionis Israel

Dewan gereja menyetujui pemboikotan menyeluruh bagi produk-produk yang dihasilkan di pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Gereja menganggap penjajahan Israel terhadap wilayah Palestina sebagai hambatan utama bagi perdamaian politik di Timur Tengah
MafazaOnline-KANADA-Gereja Protestan terbesar di Kanada memutuskan untuk memboikot produk-produk yang dihasilkan perusahaan zionis yang terletak di pemukiman Tepi Barat dan Al-Quds. Pemboikotan ini memicu kemarahan organisasi yahudi di Kanada. Mengutip Koran Toronto Star Kanada, keputusan gereja protestan terbesar di Kanada ini dinyatakan setelah 6 jam menggelar diskusi yang melahirkan dukungan bagi keputusan ini. “Bruce Georgeson, bahwa pemboikotan ini merupakan langkah penting yang diambil gereja,” kata jubir gereja.

Dewan gereja menyetujui pemboikotan menyeluruh bagi produk-produk yang dihasilkan di pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Gereja menganggap penjajahan Israel terhadap wilayah Palestina sebagai hambatan utama bagi perdamaian politik di Timur Tengah. Georgeson menjelaskan ada tekanan terhadap keputusan ini. “Namun dewan gereja menegaskan sikapnya dan mendukung boikot meski banyak sekali tekanan,” ungkapnya.

Disebutkan bahwa anggota dewan gereja berjumlah lebih dari 350 orang. Sementara jumlah anggota yang beribadah di gereja ini mencapai 3 juta orang, seperti yang dilaporkan badan statistik Kanada. Begitu keputusan dipublikasikan langsung menuai penolakan dari sejumlah perwakilan dan organisasi Yahudi di Kanada. Pusat Urusan Israel dan Yahudi menyatakan, “Keputusan ini memicu amarah kami dan menularkan amarah ini, terlebih di saat penerapan boikot.”

Boikot ini akan memicu pertikaian antara perwakilan Yahudi dan gereja Kristen di Kanada. Beberapa bulan belakangan Toronto Star menyebutkan, tekanan keras bermunculan dari segenap tokoh dan organisasi yahudi sampai anggota parlemen yang menolak boikot, bahkan mereka menuding gereja protestan tidak netral terkait pertikaian Palestina-Israel, namun pada akhirnya keputusan tetap mendukung boikot. (qm/PIP)

Share this article :

Poskan Komentar