Kamis, 24 Januari 2013

Home » » Profesi Penerjemah, Bisnis yang Menjanjikan

Profesi Penerjemah, Bisnis yang Menjanjikan

Warsino
Profesi penerjemah memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Meski begitu, sudahkah profesi penerjemah ini menjadi idaman para kaum muda yang memimpikan suatu profesi menjanjikan untuk masa depan mereka kelak?

Oleh Khairun Nisa dan Eman Mulyatman
Meski masih dianggap profesi sambilan, tapi tentu kita menyadari bahwa profesi penerjemah sangat kita butuhkan, semisal dalam hal pendidikan dan ekonomi. Dalam hal pendidikan, untuk memperoleh informasi mengenai satu bidang tertentu, tentu tidak bisa kita hanya menggunakan buku dalam negeri sebagai sumber acuan. Untuk memperkaya informasi tersebut, kita memerlukan referensi luar, dan hal ketidakmengertian terhadap suatu bahasa akan menjadi kendala. Untuk itulah di sini peran penerjemah sangat masyarakat butuhkan. Bayangkan saja jika tidak ada penerjemah, mungkin sedikit referensi yang kita pakai untuk memperkaya informasi yang kita butuhkan.

Seringkali mahasiswa S1, S2, bahkan S3, merasa sangat membutuhkan peran penerjemah untuk sekadar menerjemahkan abstraki atau sumber referensi skripsi, tesis maupun penelitian mereka. Mereka umumnya mencari mahasiswa jurusan bahasa Inggris, yang mereka percayai dapat menerjemahkan pesan yang mereka dapatkan atau pesan yang ingin mereka sampaikan. Nabila, salah satu mahasiswi tingkat akhir jurusan bahasa Inggris UNJ, mengaku sering menerima tawaran untuk menerjemah dalam jumlah lembaran hingga dalam jumlah buku. Biasanya mahasiswa pasca sarjana yang menghubunginya untuk menerjemah. Karena sudah sering mendapat tawaran menerjemah di sela-sela kesibukannya kuliah, ia pun menarifkan per lembarnya berkisar Rp. 10.000 –Rp. 15.000.

Senada dengan Nabila, Alif yang juga mahasiswi jurusan bahasa Inggris di salah satu kampus swasta di Malang, mencoba menekuni profesi sebagai penerjemah. Kemampuan berbahasa Inggrisnya tentu diuji saat menerjemahkan lembar demi lembar naskah dari bahasa Inggris ke bahasa ibu, bahasa Indonesia, ataupun sebaliknya. Mulanya ia menarifkan Rp. 10.000/ lembar, menurutnya harga tersebut belum lah cukup menjanjikan untuk menghargai hasil terjemahan. Hingga saat ini harga teks hasil terjemahan berkisar Rp. 15.000 – Rp. 19.000/ halaman. Karena menerjemah bukan hal yang mudah. Dalam menerjemah, ada kunci utama yang harus dipegang oleh setiap penerjemahnya, yaitu penerjemah harus dapat menyampaikan pesan sebenarnya dari teks bahasa asing ke dalam teks bahasa yang dituju.

Kemampuan yang dituntut dalam penerjemahan bukan hanya memahami bahasa asing, melainkan juga kemampuan untuk menginterpretasikan pesan dan membawanya pada bahasa yang pas di hati masyarakat. “Menerjemahkan itu tidak mudah, tapi bukan berarti menjadi sesuatu yang sulit. Seminar dan workshop mengenai dunia menerjemah, membuat saya belajar banyak hal. Kami (penerjemah) sebetulnya bukan profesi minoritas. Banyak sekali penerjemah dengan latar belakang bahasa apapun, yang sampai saat ini setia menggeluti profesi kami,” ujar Alif.

Tentu kita tahu beberapa novel luar negeri yang mendulang pamor dan meraup keuntungan besar di Indonesia. Ketika novel tersebut sudah dibuat versi bahasa indonesianya, banyak penggila novel langsung memburunya. Sebut saja, novel Harry Potter, The Da Vinci Code, Twilight, dan masih banyak lagi. Semua itu menandakan peran penerjemah sangat memengaruhi perkembangan arus informasi dalam hal ekonomi dan hiburan.

Profesi penerjemah pun tidak repot, ia bisa dimana pun mengerjakan tugasnya. Di rumah, tempat kost, tempat rekreasi asalkan nyaman juga bisa, karena tidak selalu terikat pada kantor. Seperti pengalaman pendiri dari  Azzam Translator, yang mulanya diawali oleh kewajibannya untuk memenuhi nafkah istri dan anak, ia menjadikan usaha penerjemahan sebagai bisnis yang menjanjikan. Istrinya kala itu hanya beraktifitas di rumah, sedangkan istrinya tersebut memiliki keahlian menerjemah. Kenapa tidak kemampuan istrinya ia kembangkan?

Azzam Translator pun makin berkembang dengan beberapa karyawan dan juga sejumlah mitra penerjemah. Kiprah penerjemah tersumpah melalui Azzam Translator sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh banyak kalangan. Seperti Kementerian Keuangan RI, BPK Bank Dunia, Kementereian Kehutanan, beberapa penerbit, dan juga Sabili pun terbantu melalui hasil terjemahan mereka.




 

Warsino dan Istrinya Ratih Purnamasari, pendiri Azzam Translator,  mengungkapkan bahwa prospek bisnis penerjemahan akan berlangsung cukup lama dengan segmentasi pasar yaitu lembaga-lembaga yang membutuhkan penerjemahan, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sejak didirikan di  tahun 2005, Azzam Translator telah membuktikan dirinya sebagai sebuah Biro Penerjemah yang berkualitas dan terpercaya.

Dengan pengalaman bekerjasama dengan berbagai perusahaan, baik perusahaan bertaraf nasional maupun multinasional, Azzam Translator memberikan layanan terbaik kepada para konsumen. Saat ini Azzam berkantor di Taman Jatisari Permai Jl. Bali Blok EA No.9 Jati Sari, Jati Asih Kotamadya Bekasi Jawa Barat 17426 Indonesia. Bisa dihubungi di nomor hp 021-29062448 fax 021-29062447. atau melalui email ratih@azzam-translator.com dengan website; www.azzam-translator.com


Idealisme dan semangat yang kuat, Azzam Translator berkomitmen menggunakan kedua hal tersebut dalam meningkatkan kinerjanya dengan melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas layanannya. Tidak hanya penguasaan bahasa, kepribadian yang baik juga merupakan karakteristik para eksekutif, staff, penerjemah, editor, dan interpreter Azzam Translator. Karena itu, kami dipercaya untuk menjaga dokumen dan informasi rahasia para konsumen.

Kepuasan konsumen merupakan salah satu  tujuan Azzam Translator. Tidak diragukan lagi, dalam dunia bisnis global seperti sekarang ini, layanan yang cepat sangat diperlukan. Karena itu, layanan yang cepat, berkualitas, dan terpercaya merupakan dedikasi Azzam Translator dalam menjaga hubungan jangka panjang dengan para konsumennya.

Dengan motivasi berwirausaha melalui bidang penerjemahan pun bisa dipertahankan asalkan ada niat. Dan tentunya diniatkan hanya karena Allah SWT semata. Prinsip-prinsip dalam penerjemahan juga harus dipegang untuk menjaga stabilitas kegiatan berwirausaha ini. “Hakikatnya, usaha ini adalah kreatifitas menciptakan lapangan kerja baru yang selain dapat menambah isi kantong, pula dapat mengurangi tingkat pengangguran di Negara kita,” kata Warsino optimis.

Box:

“Menerjemahkan buku adalah sebuah seni mentransformasikan ilmu, budaya, serta pengalaman. Sepanjang pengalaman bekerja sama dengan Azzam Translator, kami senang dengan ekspresi seni menerjemahkan dari Azzam serta profesionalitas yang terjaga. Semoga Azzam Translator menjadi pilihan banyak penerbit buku serta mampu merefleksikan kualitas dari buku asli menjadi rasa Indonesia yang juga bagus."
 

Bambang Trim
Praktisi Perbukuan Nasional


Visit us Azzam Translator
Share this article :

Posting Komentar