Selasa, 15 Agustus 2017

Home » » DPR Minta Kasus Haji Ilegal Diatasi

DPR Minta Kasus Haji Ilegal Diatasi

  
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis
Mafaza
-Online |
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis mengatakan, terulang kembalinya kasus pemberangkatan jamaah haji Indonesia asal Makasar, Sulawesi Selatan, via negara lain merupakan dampak dari keterbatasan kuota dan waktu tunggu yang terlalu lama.

"Selama ini waktu tunggu jamaah haji di Indonesia memang sangat lama, sedangkan animo untuk berhaji besar sekali," katanya, Ahad (13/8).

Berdasarkan data kementerian agama, Iskan mengungkapkan, di Provinsi Sumatera Utara saja memiliki waktu tunggu hingga 17 tahun.

Kementerian agama harus melakukan berbagai langkah untuk mencegah terus terulangnya kasus ini. Salah satunya dengan mengurangi waktu tunggu yang terlalu lama.

"Untuk di dalam negeri kementerian agama harus bisa mempertegas pembatasan jamaah haji Indonesia yang sudah pernah menunaikan ibadah haji," katanya.

Selain itu, anggota DPR RI Fraksi PKS dari dapil Sumut 2 ini berpendapat, bahwa keterbatasan kuota dan lamanya waktu tunggu juga bisa dikurangi dengan aktif melakukan loby atau diplomasi kepada kerajaan Saudi Arabia. “Bahkan kepada negara-negara tetangga yang kerap tersisa kuota hajinya tiap tahun,” saran Iskan.

Pemerintah, masih kata Iskan, juga harus melakukan diplomasi haji. Minta penambahan kuota ke kerjaan Saudi dan meminta sisa kuota tersisa dari negara tetangga.
“Jika waktu tunggu amat lama, kasus serupa akan terulang terus nantinya," jelasnya.

Iskan menambahkan, untuk mengantisipasi waktu antrian yang lama, kedepannya perencanaan keberangkatan haji perlu dirancang jauh-jauh hari, antara lain dengan merevisi UU haji.

Sehingga menurutnya tidak lagi menggunakan sistem setoran haji, tapi semacam tabungan haji dengan return (keuntungan) yang kompetitif. 

Gunakan sistem account virtual, dengan beberapa manfaat seperti keberangkatan haji bisa direncanakan jauh-jauh hari, likuiditas BPKH lebih baik, mengurangi jumlah jamaah lansia ke depannya, karena diberikan jatah khusus. 

"Bisa menghilangkan trauma antrian karena sudah direncanakan," pungkasnya.
Share this article :

Posting Komentar