Senin, 20 Juni 2016

Home » » Banjir dan Tanah Longsor di Purworejo Tewaskan 46 Orang

Banjir dan Tanah Longsor di Purworejo Tewaskan 46 Orang

Selain itu, bencana juga menyebabkan ratusan rumah rusak serta kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah


   
Seorang warga sedang menata sejumlah jenazah di halaman Mushola Ar Rohmah Desa Karangrejo Kecamatan Loano, Purworejo | Hery Priyantono/koran sindo)
Mafaza-Online | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyebut jumlah korban tewas bencana alam tanah longsor dan banjir mencapai 46 orang. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Budhi Hardjono memastikan bahwa korban meninggal dalam kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir pada Sabtu, 18 Juni 2016 malam berjumlah 46 orang. Dari jumlah itu, pada proses evakuasi hari pertama Minggu (19/6/2016) kemarin, tim SAR berhasil mengevakuasi sebanyak 27 orang.

Berikut data lokasi bencana dan jumlah korban yang berhasil ditemukan. Di Dusun Desa Karangrejo, Kecamatan Loano di evakuasi sebanyak sembilan korban. Kemudian di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo ditemukan sebanyak tiga orang.  

Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo berhasil dievakuasi sebanyak lima orang, di Desa Mranti dua orang, Desa Pacekelan sebanyak dua orang. Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing ditemukan tiga korban. Dan di tiga desa masing-masing Desa Tangkisan, Berjan dan Desa Bagelen ditemukan satu orang korban meninggal.

Proses evakuasi hari pertama sudah dihentikan tadi pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan besok pagi. “Terpaksa harus kami hentikan pencarian korban yang tertimbun tanah sebab kondisi cuaca mendung. Kami kawatir akan terjadi turun hujan,” imbuh Budhi Hardjono. 

Sementara itu, data berbeda dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB menyebut bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, telah menyebabkan 35 korban tewas, 25 korban hilang, 14 korban luka-luka.  

Selain itu, bencana juga menyebabkan ratusan rumah rusak serta kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut data tersebut terhimpun hingga Minggu (19/6/2016) pukul 17.30 WIB. Dari bencana yang terjadi itu, wilayah Kabupaten Purworejo paling banyak terdapat korban jiwa; terinci 19 tewas, 25 orang hilang dan 11 luka-luka.


Halaman 1 dari 2



Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Poskan Komentar