Selasa, 12 April 2016

Home » » Ini Tanggapan PKS Kota Magelang Atas Penonaktifan Fahri Hamzah

Ini Tanggapan PKS Kota Magelang Atas Penonaktifan Fahri Hamzah



Kader PKS harus paham aturan main dan AD/ART Partai


  
Mafaza-Online | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Magelang, Bustanul Arifin, ST menanggapi penonaktifan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, dari struktur keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai proses yang lumrah dalam suatu organisasi. Karena ini keputusan dari majelis tertinggi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), tentu DPD PKS Kota Magelang mendukungnya.

“Ini (sanksi) untuk keutuhan dan kelangsungan partai,” tuturnya.

Dia menambahkan, sangat wajar bila dalam sebuah organisasi ada penegakkan disiplin dan sanksi bagi yang tidak taat pada aturan. Aturan dan sanksi ada, agar sistem bisa berjalan.

“Kami memahami keputusan ini sebagai upaya untuk menjaga soliditas di tubuh partai,” kata Bustanul.

Soliditas, masih kata pria yang biasa disapa Ibus ini, sebagian besar tentu mendukung keputusan ini. Pro kontra atas reaksi dari keputusan yang tegas ini adalah bagian dari dinamika organisasi, “Itu wajar!” kata Ibus.

Ibus lalu mengajak untuk melihat dari sisi kronologisnya, putusan itu sudah sesuai mekanisme yang berlaku, baik itu di DPP, Majelis Syuro atau Majelis Tahkim. Kader PKS harus paham aturan main dan AD/ART Partai.

“Jangan terbawa perasaan, jangan pakai emosi yang malah bisa memecah belah PKS,” sarannya.


“Sepintar apapun kader harus tunduk pada aturan”


Kader PKS, Ibus mengingatkan, jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mengail di air keruh.

Untuk meredam aksi pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari situasi ini, segenap jajaran pengurus PKS Kota Magelang akan menginformasikan kepada para kader prihal Surat Keputusan (SK) maupun penjelasan kenapa palu sanksi sekeras ini diketuk kepada Fahri Hamzah. 


Harapannya, ketika Pengurus DPD Kota Magelang menyampaikan kepada kader dengan gamblang, maka akan jelas duduk permasalahannya.

“Bila ada yang ingin mengusik, maka kader sudah terpagari,” terangnya.

Bahkan, tambah Ibus,  momentum ini menjadi forum untuk mempererat simpul kader. Kader itu seharusnya paham, segala sesuatu ada aturan mainnya. “Sepintar apapun kader harus tunduk pada aturan,” pungkasnya.


Sebelumnya:
 
Silakan klik:
                                                                    Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar