Senin, 23 November 2015

Home » » WNI yang Hadir di Sidang Rakyat dapat Disebut Pengkhianat Bangsa

WNI yang Hadir di Sidang Rakyat dapat Disebut Pengkhianat Bangsa

WNI yang mengikuti persidangan rakyat di Den Haag tersebut bisa dikenakan hukuman pidana, mereka juga bisa dikatakan melawan negara sebab telah menentang TAP MPR


Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
 

Mafaza-Online.Com | MARTAPURA - Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi berpendapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti Sidang Rakyat Kasus 1965  di Den Haag dapat disebut sebagai pengkhianat bangsa. Pasalnya, menurut Aboe, dengan menghadiri sidang, secara tidak langsung WNI tersebut mendukung ideologi PKI yang telah dilarang oleh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dan diperkuat dengan TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003.

"Perlu diingat selama TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 belum dicabut, PKI masih menjadi organisasi terlarang di Indonesia," jelas Aboe saat acara Sosialisasi MPR di Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah, Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (21/11).

Karenanya, masih kata Aboe Bakar, baik kegiatan maupun atribut PKI tidak boleh disebar luaskan di wilayah Indonesia. Aboe menilai TAP MPR tersebut sangat penting untuk disosialisasikan. Komunisme adalah bahaya laten, yang tercermin dari banyaknya bendera palu arit di berbagai daerah.

Dengan kata lain, Aboe mengingatkan bahwa ketentuan pelarangan komunisme masih efektif berlaku.

"Dalam TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tersebut mengatur kedudukan hukum pembubaran PKI dan ajaran-ajaran komunisme," tutur politisi dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan 1  tersebut.
“PKI itu pemberontak, masak mereka dibela”

Bahkan, tambahnya, TAP MPRS tersebut diperkuat dengan TAP MPR Nomor 1 tahun 2003. Jadi, selama TAP MPR soal PKI ini tidak dicabut, maka keberadaan PKI dan ajaran komunisme dilarang di Indonesia

Dengan adanya WNI yang mengikuti Sidang Rakyat tersebut, Aboe menilai tindakan tersebut adalah hal yang kebablasan. Pasalnya, PKI bertanggung jawab atas penangkapan dan pembunuhan para santri, kiai, dan ulama. “Mereka juga melakukan kudeta dengan membunuh para jenderal, karenanya ideologi PKI kita larang," jelas Aboe.

Aboe sepakat apabila WNI yang mengikuti persidangan rakyat di Den Haag tersebut dikenakan hukuman pidana. Mereka juga bisa dikatakan melawan negara sebab telah menentang TAP MPR, karenanya bisa dipidana. “PKI itu pemberontak, masak mereka dibela,” pungkas pria yang kerap disapa Habib Aboe ini.

Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

Share this article :

Poskan Komentar