Sabtu, 23 Mei 2015

Home » » Jokowi Instruksikan Peningkatan Kerjasama Ekonomi dengan Iran

Jokowi Instruksikan Peningkatan Kerjasama Ekonomi dengan Iran

Setelah Kerjasama ‘Terorisme’, Jokowi Perkuat Kerjasama Ekonomi dengan Iran 



Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


Mafaza-Online.Com | INTERNASIONAL - Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Rachmat Gobel mengatakan, pemerintah akan menyasar sejumlah pasar potensial untuk meningkatkan ekspor, salah satunya Iran.
 

Pemerintah membidik Iran sebagai pasar alternatif produk ekspor Indonesia. Langkah ini sebagai antisipasi lesunya permintaan dari negara mitra dagang utama yang terimbas perlambatan ekonomi global.

“Iran ini masuk dalam strategi peningkatan ekspor kita. Ini seiring permintaan Presiden Jokowi untuk meningkatkan nilai perdagangan dengan Iran,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di kantornya, Jakarta, Senin (19/5).

Gobel mengatakan, perdagangan Indonesia dengan Iran terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Tercatat pada 2013 total nilai perdagangan Indonesia-Iran hanya sebesar US$ 568 juta,  sedangkan pada 2014 angka tersebut menurun hingga US$ 448,6 juta. Padahal nilai perdagangan kedua negara pernah mencapai US$ 1,8 miliar.

Data Kementerian Perdagangan menyebutkan, ekspor Indonesia ke Iran didominasi produk turunan kelapa sawit, kertas, produk olahan kayu, karet, serta ikan tuna. Sedangkan impor non-migas dari Iran didominasi metanol, aspal, kurma, dan anggur.

Pemerintah, kata dia, akan segera mengirimkan delegasi yang dipimpin Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman Said untuk menjajaki perdagangan dengan Iran.

“Pak Jokowi mau mengembalikan dan meningkatkan perdagangan dengan Iran. Saya, Pak Menko Perekonomian (Sofyan Djalil), dan Presiden akan bertolak ke Iran untuk membicarakan potensi ini,” kata Rachmat, di Jakarta, Senin (18/5/2015) seperti dilansir Kompas.

Dijadwalkan,menteri perdagangan Indonesia bersama rombongan pengusaha dan pejabat terkait akan mengunjungi Iran dalam waktu dekat.



Kerjasama Perangi Terorisme

 
Sebelumnya, Kompas juga melansir berita, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Iran berkomitmen untuk melakukan perang terhadap segala aksi terorisme dengan kerja sama yang erat antar-kedua negara.

Demikian kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran Hassan Rouhani di sela-sela acara Konferensi Asia Afrika 2015, di Jakarta Convention Center, Kamis (23/4/2015).

"Dua negara sepakat bahwa kekerasan yang dilakukan atas nama agama oleh kelompok teroris harus diberantas dengan kerja sama yang erat antar-negara," ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto seusai pertemuan.

Andi mengatakan, kedua negara, yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam moderat, juga sepakat memperkuat kerja sama, terutama di bidang kebudayaan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Presiden Hassan Rouhani sama-sama menyinggung soal perang melawan terorisme. Secara khusus, mereka menyebut masalah keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Para ekstremis menikmati dukungan intelijen, logistik, dan finasial dari sejumlah pemain regional dan internasional untuk mencapai tujuan mereka yang tidak sah. Para sponsor mereka yang tak memedulikan krisis stabilitas yang berlanjut di wilayah akan membawa ketidakamanan di seluruh dunia, termasuk negara mereka," kata Rouhani dalam pidatonya di hadapan para peserta KAA 2015.

Selain di bidang terorisme dan pendekatan budaya, pertemuan Jokowi dengan Rouhani juga membahas potensi ekonomi dua negara. Andi menyebutkan, volume perdagangan antara dua negara saat ini sedang menurun. Karena itu, kedua negara berkomitmen mencari cara untuk meningkatkannya.

"Selain itu, sektor swasta Iran di bidang infrastruktur dan energi siap masuk ke Indonesia," ucap dia.


Kompas | IRIBIndonesia/PH


Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
 


Share this article :

Posting Komentar