Selasa, 05 Mei 2015

Home » » Indonesia Harusnya Kecam Vonis Mursi

Indonesia Harusnya Kecam Vonis Mursi

Mursi adalah Presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis sepanjang sejarah Mesir dimana sebelumnya yang terjadi hanyalah demokratis semu

Mafaza-Online.Com | INTERNASIONAL - Presiden Mesir, Muhammad Mursi  Presiden pertama yang dipilih secara demokratis divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Kairo.

Atas vonis tersebut Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center Sylviani Abdul Hamid menyatakan,

Pertama, mengecam keras atas vonis pengadilan Kairo yang dijatuhkan kepada Presiden Mursi dan Tokoh-tokoh pendukung Mursi lainnya.

Kedua, meminta kepada Pemerintah Indonesia dan Kepala Kepala Negara Lainnya yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika untuk membahas dan memberikan sanksi kepada Pemerintahan Kudeta di Mesir yang telah melakukan pembantaian terhadap demonstran Pro Mursi.

Ketiga, mendorong untuk dilakukannya peradilan kemanusiaan atas pembantaian Rakyat Mesir yakni para demonstran pendukung Mursi anti kudeta yang dilakukan oleh Assisi Pemerintahan Kudeta.

“Kita menyaksikan bahwa proses peradilan oleh Pengadilan Kairo adalah sebuah sandiwara politik yang dipertontonkan oleh Pemerintah junta Militer di Mesir atas kejahatan yang mereka lakukan untuk dipersalahkan kepada Presiden Mursi dan para pendukungnya,” ujar Sylviani.

Sebagaimana diketahui Rezim junta militer Mesir yang dipimpin Assisi mengambil alih kekuasaan dari Presiden Muhammad Mursi  pada 30 Juni 2013. Lalu menangkapi pendukung Presiden Mursi. Melakukan pembantaian atas demostran anti kudeta Presiden Muhammad Mursi di lapangan Rabiah Al-Adawiyah, lapangan An-Nahda dan beberapa tempat lainya. Aksi ini menimbulkan ribuan korban jiwa bahkan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Assisi.

“Sudah masuk dalam kategori genosida,” terang Sylvi.
Sylviani mengigatkan kembali saat ini adalah moment yang sangat baik bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam percaturan politik, keamanan  negara-negara kawasan. Momen KAA saat kepala-kepala Negara yang tergabung dalam Konferensi hadir bersamaan. Tentu akan lebih mudah melakukan komunikasi politik dan Indonesia bisa menjadi leader.


Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Posting Komentar