Sabtu, 11 April 2015

Home » » Jokowi ‘Dijewer’ Megawati di Atas Podium

Jokowi ‘Dijewer’ Megawati di Atas Podium

Presiden terpilih, Joko Widodo (dua kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kanan) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani (kiri) serta Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang dihadiri presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. FOTO: TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
 



Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda




Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, pidato politik yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pembukaan Kongres IV PDI-P, di Bali, pada Kamis (9/4/2015) kemarin, "menyentil" Presiden Joko Widodo.

Dalam beberapa bagian pidatonya, Megawati mengingatkan kepada pemimpin agar tidak melenceng dari tugas sebagai kepala negara, tetap berpegang pada konstitusi, dan tidak melupakan sejarah.

"Megawati Jewer Jokowi melalui pidatonya," kata Hendri, kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2015).

Menurut dia, pernyataan Megawati itu mengingatkan kepada Jokowi dan Jusuf Kalla untuk ingat sejarah dan selalu bersinergi dengan partai pengusung.

Megawati juga meminta Jokowi-JK waspada dengan penumpang-penumpang gelap yang ada di lingkaran pemerintahan.
"Megawati khusus menyampaikan pesan tersirat bagi Jokowi untuk selalu ingat bahwa Jokowi berada diposisi saat ini karena PDI-P," kata Hendri.

Hendri juga berpendapat, Megawati memberikan pesan kepada Jokowi agar membuka ruang lebih banyak kepada PDI-P untuk lebih berperan di pemerintahan.


Menurut dia, Megawati terlihat mulai terusik dengan banyaknya orang dari luar partai yang mendapatkan posisi strategis di pemerintahan Jokowi-JK.

Dari pidatonya, lanjut Hendri, Megawati menyiratkan kekhawatiran orang-orang dari luar partai yang akan menjadi penumpang gelap.

"Penumpang gelap terkait dugaan Lingkar Istana yang coba mengambil keuntungan dan jauhkan Jokowi dari Mega. Serta ada juga tokoh yang berpura-pura jadi relawan dan ujungnya minta jabatan, termasuk jadi komisaris BUMN," kata Hendri.

Penumpang Gelap

Pada salah satu bagian pidato politiknya, kemarin, Megawati mengatakan, berbagai dinamika pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Pemilu secara langsung membawa konsekuensi pengerahan tim kampanye, relawan, dan berbagai kelompok kepentingan, dengan mobilisasi sumber daya.

"Semuanya wajar ketika diabdikan untuk pemimpin terbaik bangsa. Namun, praktik yang berlawanan kerap terjadi. Mobilisasi kekuatan tim kampanye sangatlah rentan ditumpangi kepentingan yang menjadi 'penumpang gelap' untuk menguasai sumber daya alam bangsa," ungkap Megawati.

"Kepentingan yang semula hadir dalam wajah kerakyatan, mendadak berubah menjadi hasrat kekuasaan. Inilah sisi gelap kekuasaan saudara-saudara," lanjutnya.

Untuk mencegah terjadinya pemanfaatan kekuasaan untuk kepentingan kelompok tertentu, Megawati meminta pemerintah untuk tangguh dalam melakukan negosiasi kontrak pengelolaan sumber daya alam.

Ia mengingatkan bahwa banyak kontrak pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang akan segera berakhir.

"Kini saatnya, dengan kepemimpinan nasional yang baru, kontrak Merah-Putih ditegakkan. Demikian pula, badan usaha milik negara harus diperkuat dan menjadi pilihan utama kebijakan politik ekonomi berdikari," kata Megawati.

Megawati juga mengingatkan bahwa dirinya memberikan mandat pada Jokowi untuk maju dalam pilpres adalah untuk berkomitmen pada ideologi yang berpangkal dari kepemimpinan Trisakti.

Konsepsi Trisakti inilah yang dianggap Megawati satu tarikan nafas dengan kepentingan yang dijalankan PDI-P.

TRIBUNPEKANBARU.COM

Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
 


Share this article :

Posting Komentar