Senin, 30 Maret 2015

Home » » Turuti Saran Rand Corporation, BNPT Minta Kemkominfo Blokir 19 Situs Media Islam

Turuti Saran Rand Corporation, BNPT Minta Kemkominfo Blokir 19 Situs Media Islam



Rekomendasi dua pembicara konferensi yang digelar Hendropriyono Strayegic Consulting, Mabes Polri, BNPT dan Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (PPs UI) itu hari ini benar-benar dilaksanakan


 
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Dalam konferensi internasional tentang terorisme dan ISIS di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2015 pekan lalu, seorang peneliti senior Rand Corporation Amerika Serikat, Angel M Rabassa, merekomendasikan supaya pemerintah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs Islam yang dianggap radikal dan menyebarluaskan ajaran radikalisme dan terorisme.

Rekomendasi senada juga disampaikan Professor Rohan Gunaratna, seorang professor dalam bidang studi keamanan di The S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technology University, Singapura.

Rupanya, rekomendasi dua pembicara konferensi yang digelar Hendropriyono Strayegic Consulting, Mabes Polri, BNPT dan Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (PPs UI) itu hari ini benar-benar dilaksanakan.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diketahui telah mengirimkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dengan nomor 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs/website radikal, yang meminta Kemkominfo melakukan penutupan terhadap 19 situs media Islam.

  
Surat Kemkominfo kepada Penyelenggara ISP supaya memblokir 19 situs media Islam.

Ke-19 situs media Islam yang diminta supaya diblokir itu antara lain:

1.   arrahmah.com
2.   voa-islam.com
3.   ghur4ba.blogspot.com
4.   panjimas.com
5.   thoriquna.com
6.   dakwatuna.com
7.   kafilahmujahid.com
8.   an-najah.net
9.   muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com

Dijelaskan, menurut BNPT 19 situs tersebut merupakan situs/website penggerak paham radikalisme dan/atau sebagai simpatisan radikalisme. Pemblokiran 19 media Islam ini diakui oleh Kemkominfo. Kemkominfo mengakui telah memblokir 19 website sejak Ahad (29/3) kemarin.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu, ke-19 website itu dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai website yang menyebarkan paham atau simpatisan radikalisme.

Sebelumnya, lanjut Ismail, sudah ada tiga website yang diblokir oleh Kemkominfo. Ketiganya adalah shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicatate.blogspot.com. Maka dengan adanya tambahan permintaan blokir terhadap 19 website ini, kata Ismail, jumlahnya mencapai 22 website.

"Pertama, tiga, lalu 19. Jadi, 22 (website). Dikategorikan sebagai website penggerak radikalisme," ujar Ismail Cawidu di Jakarta, Senin (30/3) seperti dikutip Republika Online.

Ismail melanjutkan, pihaknya hanya menindaklanjuti laporan dari BNPT. Ia sendiri mengaku tidak bisa memastikan, apakah situs-situs ini terbukti merupakan wadah rekrutmen simpatisan ISIS di Indonesia. "BNPT yang mengusulkan dan lebih paham. Saya sendiri belum membuka situs-situs tersebut. Sekarang, (ke-19 situs tersebut) masih dalam proses pemblokiran," kata Ismail.

SI Online
Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
 

Share this article :

Posting Komentar